29 Tahun Berlalu, Sam Cheng Ikuti Jejak Sang Ayah Bertanding di Asian Games

Penulis: Hanif Rusli
Selasa 03 Okt 2023, 13:04 WIB
Sam Cheng dan ayahnya, Sam Hiu Hing, berfoto di tengah gelaran Asian Games Hangzhou. (Foto: Xinhua)

Sam Cheng dan ayahnya, Sam Hiu Hing, berfoto di tengah gelaran Asian Games Hangzhou. (Foto: Xinhua)

Ligaolahraga.com -

Meskipun atlet dayung Makau Sam Cheng gagal mencapai final di nomor kayak tunggal 500m putri di Asian Games Hangzhou, penampilannya menandakan kembalinya keluarga dirinya ke perhelatan akbar tersebut sejak tahun 1994.

Dua puluh sembilan tahun sebelumnya, Sam Hiu Hing, ayah Cheng, menandai debut atlet kano Makau di Asian Games Hiroshima. Meskipun Sam Cheng berada di urutan terakhir pada babak penyisihan dan semifinal kali ini, atlet berusia 19 tahun ini menyatakan kepuasannya atas penampilannya di Fuyang Water Sports Center di Hangzhou.

"Dalam perlombaan hari ini, saya melawan angin, tetapi saya mencapai hasil yang sama dengan apa yang biasanya saya lakukan dalam latihan tanpa angin," kata remaja yang saat ini terdaftar di Shanghai International Studies University. Saya telah mencoba yang terbaik," tambahnya.

Dengan tinggi badan 1,55 meter, ia hampir menjadi yang terpendek di antara para peserta nomor tersebut. Meskipun demikian, ia memiliki beberapa strategi unik. "Saya mencoba untuk lebih dalam menancapkan dayung ke air dan mendayung sesering mungkin," jelas Cheng.

Karena sibuk dengan studinya selama hari kerja, ia memanfaatkan akhir pekan untuk berlatih di sebuah danau di Shanghai. Di waktu luangnya, Sam Cheng melakukan latihan kebugaran. "Saya ingin memiliki lebih banyak otot, dengan harapan dapat meningkatkan performa saya," kata atlet muda ini.

Pada 2012, Sam Hiu Hing memperkenalkan putrinya pada sebuah acara kayak di Danau Nam Van di Macau, China.

"Saat saya berlatih di luar, saya tidak ingin meninggalkannya sendirian di rumah. Jadi saya membelikan putri saya sebuah kayak saat dia berusia delapan tahun. Saya melihat dia berbakat saat itu," kenang pria berusia 56 tahun ini.

Di Danau Nam Van, Sam Hiu Hing mengabdikan diri selama bertahun-tahun untuk melatih putra dan putrinya, meskipun melatih adalah usaha paruh waktu baginya. Untuk menemani putrinya ke Hangzhou, ia mengambil cuti.

Sistem pelatihan di Makau dimulai pada 1994 oleh seorang pelatih dari Provinsi Guangdong, China selatan. "Itu terjadi sebelum kembalinya Macau ke China, tetapi tanah air kami banyak membantu kami dalam persiapan ke Hangzhou," kata Sam Hiu Hing kepada Xinhua.

"Para pedayung kami terus mendapat manfaat dari sistem pelatihan itu."

"Putri saya lahir di era yang baik. Ia dilatih dengan cara yang lebih ilmiah, berkat perkembangan ekonomi dan sosial yang pesat di Daerah Administratif Khusus Makau."

Di mata sang ayah, kehadiran putrinya di panggung megah Asian Games memiliki arti penting bagi keluarga mereka.

"Dua puluh sembilan tahun telah berlalu. Ada ikatan ajaib antara kampanye Asian Games kami," ujar Sam Hiu Hing.

Saat ini, perencanaan pekerjaan Sam Cheng masih belum ditentukan. Selama liburan musim panas, ia membantu melatih lebih dari 30 pendayung kano muda, bekerja bersama ayahnya.

Meskipun demikian, pendayung muda dari Makau ini tetap teguh dalam komitmennya terhadap olahraga ini di masa yang akan datang.

Artikel Tag: Asian Games

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/29-tahun-berlalu-sam-cheng-ikuti-jejak-sang-ayah-bertanding-di-asian-games
183  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini