Tonton Film Dokumenter Tentang Ayahnya, Mick Schumacher Mengaku Sedih

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 29 Des 2021, 10:10 WIB
Mick Schumacher

Mick Schumacher

Ligaolahraga.com -

Berita F1: Mick Schumacher mengaku perasaannya campur aduk saat menonton film dokumenter tentang ayahnya, Michael Schumacher, yang baru-baru ini ditayangkan di Netflix.

Tak bisa dipungkiri betapa besar nama Michael Schumacher dalam ajang balap mobil Formula 1. Legenda kelas utama tersebut sukses menorehkan berbagai rekor, salah satunya tujuh titel juara dunia (1994, 1995, 2000, 2001, 2002, 2003 dan 2004).

Total dari 306 start balapan, pria asal Jerman itu mampu mengoleksi 91 kemenangan dan 155 podium. Ia juga merebut 68 pole position dan mencatatkan 77 fastest lap.

Eks pebalap Ferrari itu sendiri mengakhiri kariernya di F1 pada musim 2012 bersama Mercedes. Meski sudah satu dekade berlalu, dirinya tetap menjadi acuan bagi para pebalap yang berusia lebih muda.

Putranya, Mick Schumacher, pun mengikuti jejaknya. Ia mendapat kesempatan untuk naik kelas ke Formula 1 setelah menjadi kampiun di Formula 2. Sayangnya, musim perdananya di kelas utama bersama Haas berakhir mengecewakan. Pebalap berusia 22 tahun tersebut tak mampu merebut poin. Pencapaian terbaiknya yakni finis ke-12 di eri GP Hungaria.

Catatan negatif juga mengikutinya, Mick menjadi pebalap yang menghabiskan uang tim paling banyak karena sering mengalami kecelakaan.

Ia mengaku tak suka dibanding-bandingkan kecuali dengan ayahnya, meski pencapaiannya masih jauh dari Michael.

“Saya punya rasa hormat sangat besar atas pencapaian ayah, semua kerja keras mencapai semua kemenangan dan titel. Tidak ada yang disediakan untuknya,” ujarnya dikutip dari Motosport.com.

“Energi dan kekuatan yang dia ajarkan, konsentrasinya, selalu memberi 100 persen terhadap pekerjaannya. Itu mengesankan. Saya kira saya punya faktor seperti itu juga,” ia mengimbuhkan.

“Saya tidak biasanya Anda membandingkan diri saya dengan yang lain. Saya memilih untuk berjalan sendiri. Tapi, saya akui jika melakukan perbandingan dengan ayah,” lanjut Mick.

Ayahnya kini tak berdaya usai mengalami kecelakaan ski pada akhir tahun 2013. Saat itu, Mick Schumacher baru berusia 14 tahun. Periode setelahnya menjadi sulit bagi keluarga Michael meski mereka akhirnya memutuskan untuk kembali menjalani kehidupan seperti biasa.

Bahkan hingga sekarang, Mick mengaku masih kerap merasa sedih kalau melihat film dokumenter tentang ayahnya. Pasalnya, film produksi Jerman itu lebih banyak menyoroti sisi lain dari Michael.

“Mereka fokus pada menunjukkan sisi manusia ayah, sebagai tambahan atas suksesnya. Saya kira film sangat bagus. Tapi, pada saat yang sama, sulit bagi saya menontonnya,” ucapnya.

“Itu menunjukkan seberapa banyak perasaan dalam film ini dan seberapa besar emosi yang ditimbulkan,” ia mengakhiri.

Artikel Tag: mick schumacher, Michael Schumacher, Haas, F1 2021

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/tonton-film-dokumenter-tentang-ayahnya-mick-schumacher-mengaku-sedih
499  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini