Goran Dragic Buka Suara soal Luka Doncic dan Format All-Star Dunia vs AS

Berbicara soal Luka Doncic, Goran Dragic menilai bintang Slovenia itu telah menunjukkan kedewasaan baru, terutama dari sisi kepemimpinan. (Foto: AP)
Legenda basket Slovenia, Goran Dragic, kembali mencuri perhatian meski sudah gantung sepatu sejak 2023.
Dalam sesi tanya jawab eksklusif, mantan guard All-Star NBA itu membahas berbagai topik, mulai dari perkembangan Luka Doncic, format baru NBA All-Star Game 2026 bertema Dunia vs AS, hingga pandangannya tentang “Heat Culture” yang membentuk kariernya.
Dragic, yang menghabiskan 15 musim di NBA bersama tujuh tim berbeda dan berperan penting membawa Miami Heat ke Final NBA 2020, kini menikmati masa pensiun dengan ritme berbeda.
Fokus utamanya adalah keluarga, terutama dua anaknya, Mateo dan Viktoria.
Namun, ia juga bersiap meluncurkan podcast bertajuk Gogi’s Garage, wadah diskusi santai seputar olahraga dan kehidupan, yang disebutnya sebagai cara tetap terhubung dengan dunia yang ia cintai.
Berbicara soal Luka Doncic, Goran Dragic menilai bintang Slovenia itu telah menunjukkan kedewasaan baru, terutama dari sisi kepemimpinan.
Menurutnya, Doncic kini jauh lebih vokal di lapangan dan ruang ganti, serta semakin serius menjaga kondisi fisik.
Perubahan ini terlihat jelas baik saat EuroBasket maupun di musim terbarunya bersama Los Angeles Lakers.
Dragic menilai Luka tampil lebih cepat, lebih gesit, dan lebih berkomitmen dalam bertahan—faktor penting untuk bersaing di playoff.
Goran Dragic juga antusias menyambut format NBA All-Star Game 2026 yang mempertemukan tim Dunia melawan Amerika Serikat.
Ia berharap format ini menghadirkan intensitas lebih tinggi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya yang kerap dikritik minim pertahanan.
Menurutnya, para pemain internasional akan bermain dengan “chip on their shoulder” untuk membuktikan kualitas mereka, sehingga laga akan terasa lebih kompetitif dan menarik.
Sebagai pemain Eropa yang pernah merintis jalan di NBA, Dragic menyoroti betapa besarnya pengaruh pemain internasional saat ini.
Ia menyebut generasi sebelumnya—seperti Dražen Petrović, Toni Kukoc, hingga Arvydas Sabonis—sebagai pionir yang membuka pintu bagi pemain Eropa.
Kini, dengan banyaknya MVP dan pemain franchise dari luar AS, NBA benar-benar telah menjadi liga global.
Mengenang masa-masanya bersama Miami Heat, Goran Dragic menegaskan kecintaannya pada “Heat Culture”.
Ia menggambarkannya sebagai lingkungan yang keras, disiplin, dan menuntut profesionalisme tinggi.
Meski tidak cocok untuk semua pemain, budaya ini justru sejalan dengan mentalitas keras yang ia dapatkan sejak muda di Eropa.
Menutup pembicaraan, Dragic mengungkapkan kekagumannya pada Victor Wembanyama.
Jika memiliki hak suara MVP musim ini, ia mengaku akan memilih bintang muda San Antonio Spurs tersebut.
Bagi Dragic, kombinasi kemampuan dua arah, kematangan mental, dan potensi jangka panjang membuat Wembanyama sosok yang benar-benar istimewa.
Meski telah pensiun, pandangan Dragic menunjukkan bahwa pengaruh dan wawasannya tentang basket dunia masih sangat relevan.
Artikel Tag: Goran Dragic
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/goran-dragic-buka-suara-soal-luka-doncic-dan-format-all-star-dunia-vs-as


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini