SOP yang Ketat Diperlukan Untuk Hindari Klaster Baru Covid-19 di Dunia Bulutangkis

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 29 Jun 2020, 10:00 WIB
SOP yang Ketat Diperlukan Untuk Hindari Klaster Baru Covid-19 di Dunia Bulutangkis

Bulutangkis/[Foto: Realbuzz]

Berita Badminton: Sejumlah atlet terkenal baru-baru ini telah terinfeksi oleh Covid-19 telah memberi masukan kepada Federasi Badminton Malaysia (BAM). BAM tengah dalam dilema tentang kemungkinan menjadi tuan rumah Malaysia Open Super 750 pada 24-29 November mendatang.

Di satu sisi, ada kebutuhan untuk membuat turnamen berlangsung demi menghidupkan kembali olahraga yang telah terpukul karena pandemi dan gerakan new normal berikutnya.

Tetapi di sisi lain, ada kemungkinan membengkaknya biaya karena kebutuhan untuk mematuhi standar prosedur operasional yang ketat.

Tetapi berita terbaru tentang bintang tenis Serbia nomor 1 dunia, Novak Djokovic, yang terinfeksi oleh Covid-19 telah menyebabkan BAM berpikir keras.

Djokovic yang berusia 33 tahun didiagnosis menderita virus tersebut pada hari Minggu bersama tiga atlet lainnya yakni Grigor Dimitrov, Viktor Troicki dan Borna Coric selama turnamen amal di Adria Tour. Selain itu, bintang NBA Nikola Jokic, yang bermain untuk Denver Nuggets, juga terserang virus setelah menghabiskan waktu bersama Djokovic.

Dan sekretaris jenderal BAM Kenny Goh mengakui bahwa mereka memiliki beberapa pertimbangan serius untuk membahas tentang Malaysia Open pada bulan November.

"Federasi Badminton Dunia (BWF) telah memberikan lampu hijau, dan turnamen sudah kembali pada kalender baru tetapi itu sebelum serangkaian kasus para pemain top baru-baru ini terungkap," kata Kenny, sebagaimana dikutip dari NST.

"Saat ini, kami masih belum memutuskan karena kami masih menunggu keputusan pemerintah mengenai kompetisi tuan rumah. Tetapi kami jelas perlu mempelajari sebab dan akibat dengan serius jika kami ingin melanjutkan dengan Malaysia Open. Sementara saya hanya tahu apa yang terjadi pada Djokovic berdasarkan apa yang saya baca di berita, tampaknya peristiwa-peristiwa itu agak terlalu santai dan kurang tindakan pencegahan."

"Saya pikir penting bagi kami untuk mengadopsi sistem kontrol yang ketat jika akan menyelenggarakan turnamen dan kami harus mengikuti semua pedoman yang disediakan oleh Departemen Kesehatan. Itu karena keselamatan dan kesehatan para pemain tidak dapat dikompromikan dan hal terakhir yang tidak kami inginkan adalah cluster baru dari bulu tangkis," tegas Kenny.

Pemerintah diperkirakan akan memutuskan kompetisi Malaysia Open pada 1 Juli mendatang.

Artikel Tag: Standar Prosedur Operasional, Malaysia Open 2020, Pandemi Covid-19

750  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini