Miris! Mantan Pemain Peringkat 1 Dunia Jualan Ayam Panggang Saat Pandemi Covid-19

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 20 Mei 2020, 15:40 WIB
Miris! Mantan Pemain Peringkat 1 Dunia Jualan Ayam Panggang Saat Pandemi Covid-19

Roslin Hashim/[Foto:BP]

Berita Badminton : Sementara banyak perusahaan tersiksa karena pandemi Covid-19, Roslin Hashim asal Malaysia yang mencapai peringkat 1 dunia pada 24 Mei 2001, semakin kreatif untuk menemukan peluang bisnis baru di tengah krisis pandemi Covid-19.

Hashim yang mendirikan akademi sendiri yang bernama "Roslin Hashim Badminton Academy" setelah pensiun, kehilangan sumber penghasilan utamanya setelah pemerintah Malaysia memberlakukan penguncian (Lockdown) untuk mengekang penyebaran pandemi Covid-19 pada 18 Maret lalu .

Karena penguncian, Ia tidak dapat melatih pemain, mengelola akademi sendiri, menjadi komentator bulu tangkis dan harus membatalkan empat undangan untuk menjadi pembicara tamu.

Menurut laporan, Hashim telah memulai bisnisnya sendiri dengan mengirimkan ayam panggang selama bulan Ramadhan .

"Sebenarnya saya tidak ingin menyalahkan Lockdown, saya sepenuhnya mengerti bahwa ini adalah peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan inilah saatnya bagi semua orang untuk melakukan pengorbanan pribadi untuk kebaikan yang lebih besar," kata Hashim.

Hashim mengatakan bahwa peluang muncul secara tak sengaja ketika temannya meminta untuk melakukan sedikit promosi bisnis ayam panggang di media sosial.

"Setelah mencicipi ayam panggang yang dimasak oleh teman saya yang kebetulan tinggal didekat rumah saya, saya mencoba membantunya mengirimkan pesanan," katanya.

"Ayam panggangnya begitu lezat sehingga saya mulai mengumpulkan pesanan dan mengirimkan ayam ke rumah pelanggan," tambah Hashim.

Menurut Hashim, Ia telah mengirimkan ayam panggang ke setiap pelanggan yang memesan, yang juga membuatnya mendapatkan uang tambahan selama penguncian wabah pandemi Covid-19.

Artikel Tag: Roslin Hashim, Pandemi Covid-19, Ayam Panggang

22435  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini