Xander Zayas Ingin Ukir Dua Sejarah di Tanah Kelahiran Puerto Riko

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 22 Jan 2026, 18:49 WIB - 114 views
Xander Zayas menegaskan bahwa bertarung dan berpeluang mencatat sejarah di depan publik Puerto Rico memberinya motivasi berlipat. (Foto: Fight TV)

Xander Zayas menegaskan bahwa bertarung dan berpeluang mencatat sejarah di depan publik Puerto Rico memberinya motivasi berlipat. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Kesempatan menjadi juara dunia unifikasi selalu memiliki makna besar bagi seorang petinju. Namun, bagi Xander Zayas, peluang tersebut terasa jauh lebih istimewa karena akan berlangsung di kampung halamannya sendiri.

Juara dunia WBO kelas junior menengah itu akan menghadapi Abass Baraou dalam laga unifikasi gelar kelas 154 pound pada 31 Januari di Coliseo de San Juan, Puerto Riko, kota tempat ia dibesarkan sebelum pindah ke Amerika Serikat pada usia 11 tahun.

Xander Zayas menegaskan bahwa bertarung dan berpeluang mencatat sejarah di depan publik Puerto Rico memberinya motivasi berlipat.

Ia menyebut momen tersebut sebagai sesuatu yang sangat berarti, bukan hanya untuk kariernya, tetapi juga bagi sejarah tinju Puerto Rico.

Jika menang, Zayas akan menjadi petinju Puerto Rico pertama yang menyandang status juara unifikasi di tanah kelahirannya, sekaligus menjadi juara unifikasi termuda saat ini.

Pertarungan Zayas kontra Baraou juga memiliki nilai historis tersendiri. Laga ini baru akan menjadi duel unifikasi gelar kedua yang pernah digelar di Puerto Rico.

Sebelumnya, duel serupa terjadi pada 28 Agustus 2010 ketika Ivan Calderon menghadapi Giovani Segura, yang berakhir pahit bagi tuan rumah setelah Calderon kalah KO pada ronde kedelapan.

Bagi Xander Zayas yang kini berusia 23 tahun, laga ini akan menjadi penampilan profesional keduanya di Puerto Rico.

Ia terakhir kali bertarung di sana pada Februari 2020 saat masih berstatus prospek dengan rekor tiga kemenangan.

Kini, situasinya jauh berbeda. Xander Zayas datang sebagai juara dunia WBO dengan rekor sempurna 22 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 13 kemenangan KO.

Gelar WBO tersebut ia raih setelah mengalahkan Jorge Garcia lewat keputusan angka pada Juli lalu di New York.

Sementara itu, Baraou meraih sabuk interim WBA setelah secara mengejutkan mengalahkan Yoenis Tellez pada Agustus, sebelum akhirnya diangkat menjadi juara penuh usai Terence Crawford melepas gelarnya demi naik ke kelas menengah super.

Pelatih Zayas, Javiel Centeno, menilai laga ini sebagai mimpi besar yang hampir menjadi kenyataan. Ia menegaskan bahwa seluruh tim memiliki visi yang sama untuk membantu Zayas mewujudkan impiannya.

Dengan dukungan publik Puerto Rico dan taruhannya yang besar, Zayas berharap bisa dinobatkan sebagai juara dunia terpadu di hadapan rakyatnya sendiri, sebuah pencapaian yang ia yakini akan menjadi momen paling spesial dalam kariernya.

Artikel Tag: Xander Zayas, puerto riko, Amerika Serikat

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/xander-zayas-ingin-ukir-dua-sejarah-di-tanah-kelahiran-puerto-riko
114
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini