Keputusan IBF Copot Gelar Jai Opetaia Dinilai Hambat Perkembangan Tinju

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 08 Mar 2026, 20:06 WIB - 312 views
Kasus Jai Opetaia mencerminkan ketegangan lama dalam dunia tinju antara aturan ketat badan sanksi dengan dinamika industri olahraga tarung yang terus berubah. (Foto: Fight TV)

Kasus Jai Opetaia mencerminkan ketegangan lama dalam dunia tinju antara aturan ketat badan sanksi dengan dinamika industri olahraga tarung yang terus berubah. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Keputusan International Boxing Federation (IBF) mencabut gelar kelas penjelajah dari Jai Opetaia menuai kritik karena dinilai terlalu kaku dalam menerapkan aturan dan berpotensi menghambat perkembangan olahraga tinju.

IBF sebelumnya memutuskan mencabut status juara Opetaia setelah petinju Australia itu memilih menghadapi Brandon Glanton dalam laga yang juga memperebutkan gelar perdana Zuffa Boxing.

Organisasi tersebut menyatakan langkah itu diambil semata-mata berdasarkan aturan yang berlaku.

Namun sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut lebih mencerminkan sikap proteksionisme yang berpotensi merugikan petinju dan mempersempit peluang perkembangan olahraga tersebut.

Kasus Jai Opetaia mencerminkan ketegangan lama dalam dunia tinju antara aturan ketat badan sanksi dengan dinamika industri olahraga tarung yang terus berubah.

Opetaia sendiri telah dianggap sebagai salah satu petinju terbaik di divisi cruiserweight, terlebih setelah merebut sabuk juara The Ring.

Alih-alih memanfaatkan peluang untuk meningkatkan eksposur tinju melalui pertarungan besar di bawah promosi Zuffa Boxing, IBF justru memilih menarik pengakuannya terhadap laga tersebut.

Inti persoalan terletak pada sikap IBF yang meminta Jai Opetaia memilih satu opsi: mempertahankan gelar IBF atau bertarung memperebutkan sabuk Zuffa yang baru diperkenalkan.

Di sisi lain, Opetaia secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menjadi juara tak terbantahkan dengan menghadapi seluruh pemegang gelar dunia di divisi tersebut.

Dalam wawancara di podcast Mr. Verzace, Jai Opetaia menjelaskan bahwa target tersebut tetap menjadi prioritas dalam kariernya dan menyebut pihak Zuffa Boxing tidak menghalangi ambisinya untuk meraih status juara sejati.

Menariknya, IBF sebelumnya tidak pernah mengambil sikap serupa ketika sebuah pertarungan juga memperebutkan sabuk dari organisasi lain seperti IBO, WBF, atau bahkan ketika sabuk The Ring dipertaruhkan.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, badan sanksi tetap mengizinkan duel yang melibatkan sabuk peringatan atau gelar simbolis.

Zuffa Boxing sendiri tidak pernah meminta Opetaia untuk mengosongkan sabuk IBF ketika merekrutnya.

Promotor tersebut bahkan memastikan biaya sanksi IBF telah dibayarkan dan menyediakan akomodasi bagi perwakilan organisasi itu selama pekan pertandingan di Las Vegas.

Dalam praktiknya, aturan badan sanksi memang dirancang untuk memastikan penantang yang layak mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan gelar.

Namun dalam era modern, keputusan tersebut sering berbenturan dengan realitas bisnis tinju yang menuntut pertarungan dengan nilai komersial dan eksposur tinggi.

Pertarungan Opetaia melawan Glanton sendiri bukan laga sensasional tanpa dasar. Glanton merupakan penantang yang masuk dalam 15 besar peringkat IBF dan dikenal memiliki kekuatan pukulan berbahaya di divisi cruiserweight.

Karena itu, sejumlah pihak menilai pencabutan gelar tersebut tidak melindungi integritas divisi, melainkan justru melemahkannya dengan mengeluarkan juara yang diakui dari persaingan resmi.

Keputusan IBF itu pun dipandang sebagai contoh bagaimana badan pengatur tinju terkadang lebih menekankan kontrol dibanding membuka peluang baru bagi perkembangan olahraga.

Artikel Tag: ibf, jai opetaia

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/keputusan-ibf-copot-gelar-jai-opetaia-dinilai-hambat-perkembangan-tinju
312
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini