Bukan Dirinya, Muhammad Ali Akui Petinju Ini yang Terhebat Sepanjang Masa

Muhammad Ali
Berita Tinju: Muhammad Ali hingga kini masih dikenang sebagai ikon terbesar dalam dunia tinju. Julukan The Greatest melekat erat pada dirinya berkat pencapaian luar biasa sepanjang karier profesionalnya di kelas berat. Ali tercatat sebagai satu satunya petinju yang mampu merebut gelar juara dunia heavyweight lineal sebanyak tiga kali, sebuah prestasi yang belum pernah terulang hingga saat ini.
Ali menaklukkan sejumlah nama besar untuk mencapai status tersebut, di antaranya Sonny Liston, George Foreman, dan Leon Spinks. Selain itu, ia juga enam kali terpilih sebagai Fighter of the Year versi Ring Magazine serta terlibat dalam enam laga yang dinobatkan sebagai Fight of the Year. Rekam jejak itu membuat Ali hampir selalu masuk dalam perdebatan tentang siapa petinju terbaik yang pernah ada.
Meski demikian, ketika diminta menilai secara objektif, Ali justru menunjuk sosok lain sebagai petinju terhebat dalam sejarah tinju dunia. Nama yang ia sebut adalah Sugar Ray Robinson, legenda yang kerap dijadikan tolok ukur dalam penilaian pound for pound.
“Petinju itu sangat indah saat bertarung. Timing, kecepatan, refleks, ritme, hingga postur tubuhnya, semuanya terlihat sempurna,” ujar Ali.
Ali kemudian menegaskan perbedaan antara dominasi kelas berat dan penilaian lintas kelas. “Saya menganggap diri saya sebagai petinju kelas berat terbaik sepanjang masa. Namun untuk ukuran pound for pound, saya tetap menyebut Sugar Ray Robinson sebagai yang terhebat,” lanjutnya.
Istilah pound for pound sendiri pertama kali diperkenalkan pada akhir 1940 an untuk mengapresiasi kehebatan Robinson. Konsep ini memungkinkan petinju dinilai berdasarkan kualitas teknik dan dominasi, tanpa dipengaruhi perbedaan berat badan atau ukuran fisik.
Sugar Ray Robinson merupakan mantan juara dunia kelas welter dan kelas menengah. Ia hanya menelan satu kekalahan dari 132 pertarungan profesional pertamanya, sebuah catatan yang hingga kini masih dianggap luar biasa. Robinson menutup kariernya dengan rekor 174 kemenangan, 19 kekalahan, dan 6 hasil imbang dari total 201 pertandingan.
Robinson gantung sarung tinju pada usia 44 tahun dan wafat pada 1989. Hingga kini, namanya tetap menjadi standar emas dalam perbincangan petinju terbaik sepanjang masa, bahkan diakui langsung oleh Muhammad Ali sendiri.
Artikel Tag: Muhammad Ali, Sugar Ray Robinson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/bukan-dirinya-muhammad-ali-akui-petinju-ini-yang-terhebat-sepanjang-masa
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini