Steven Cairns Matang Berkat Sparring Kelas Dunia Jelang Duel 14 Maret

Steven Cairns mencatatkan rekor sempurna 13 kemenangan tanpa kekalahan, delapan di antaranya diraih dengan knockout. (Foto: Fight TV)
Petinju muda asal Irlandia Steven Cairns merasa waktunya telah tiba setelah lima tahun menempa diri di bawah arahan pelatih berpengalaman Dave Coldwell di Inggris.
Ia kini siap melangkah ke level berikutnya dalam karier profesionalnya, dimulai pada 14 Maret mendatang.
Cairns pertama kali menginjakkan kaki di sasana Coldwell saat usianya baru 18 tahun. Ia datang dengan segudang prestasi amatir dan bakat alami yang langsung terlihat ketika memukul sansak dan melakukan shadow boxing.
Namun bagi Coldwell, bakat saja tidak cukup. Sang pelatih ingin memastikan apakah Cairns memiliki mental baja dan hasrat yang diperlukan untuk sukses di tinju profesional.
Ujian itu dilewati dengan baik.
Kini, di usia 23 tahun, petinju kelas ringan asal Cork tersebut mencatatkan rekor sempurna 13 kemenangan tanpa kekalahan, delapan di antaranya diraih dengan knockout.
Ia pun mulai disebut-sebut sebagai salah satu prospek terbaik di Eropa.
“Saya datang ke gym Dave dan langsung masuk sparring dengan Sultan Zaurbek, lalu Jordan Gill, kemudian Hopey Price,” ujar Steven Cairns kepada The Ring.
“Sejak muda saya sudah terbiasa mendapatkan ronde-ronde berkualitas. Pengalaman yang mungkin kurang di laga resmi, saya dapatkan di sparring.”
Menurut Cairns, pengalaman tersebut membuatnya jauh lebih tenang saat berada di atas ring. Ia merasa siap menghadapi lawan yang lebih tangguh dan situasi yang lebih menekan.
Rencana ke depan pun sudah disusun bersama Coldwell, termasuk agenda menyeberang ke Amerika Serikat untuk berlatih di Las Vegas demi menambah jam terbang.
Meski begitu, tahun 2026 dipastikan menjadi momen penting baginya di laga resmi.
Steven Cairns telah mendapatkan respek dari komunitas tinju, baik dari mereka yang melihat langsung kualitasnya di gym maupun penampilannya di partai pendukung.
Ditambah lagi, basis penggemarnya di media sosial terus berkembang.
Kesempatan emas itu datang pada 14 Maret, saat Cairns pulang ke Irlandia untuk bertarung di partai pendukung duel perebutan gelar WBA kelas junior ringan antara Jazza Dickens dan Anthony Cacace.
Ajang besutan Queensberry tersebut akan digelar di 3Arena, Dublin, dan disiarkan langsung secara eksklusif oleh DAZN.
Meski belum mengetahui siapa lawannya, Cairns memastikan pertarungan nanti akan berlangsung dalam jarak ronde juara dan melawan petinju yang sama laparnya dengan dirinya.
“Ini tahun ketika orang-orang mulai benar-benar memperhatikan,” kata Cairns. “Saya tahu inilah saatnya naik ke pertarungan perebutan gelar. Nama saya akan mulai dikenal.”
Baginya, proses bertahap adalah kunci. Kini, setelah masa “magang” panjang, Steven Cairns merasa rantainya telah dilepas. Mulai Maret, ia siap membuktikan bahwa dirinya memang layak berada di panggung besar.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/steven-cairns-matang-berkat-sparring-kelas-dunia-jelang-duel-14-maret








Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini