Khaleel Majid Terus Melangkah Maju di Bawah Pengaruh Buddy McGirt

Penulis: Hanif Rusli
Senin 19 Jan 2026, 19:59 WIB - 147 views
Khaleel Majid masih mengingat jelas pelajaran pertama yang diberikan Buddy McGirt ketika mereka mulai bekerja sama. (Foto: Fight TV)

Khaleel Majid masih mengingat jelas pelajaran pertama yang diberikan Buddy McGirt ketika mereka mulai bekerja sama. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Di lantai pertama sebuah bangunan pabrik tua di pinggiran Bolton berdiri Elite Boxing, sebuah sasana yang kerap hadir oleh anggota Hall of Fame, Buddy McGirt.

Sasana ini mungkin tidak setenar gym-gym besar lain di kawasan Greater Manchester, tetapi selalu ramai oleh aktivitas.

Dikelola oleh mantan petinju profesional sekaligus pengamat tinju, Alex Matvienko, Elite Boxing menjadi tempat berkembangnya sejumlah petarung berbakat.

Di sana, Buddy McGirt, mantan juara dunia dua kelas itu, membimbing petinju kelas junior welterweight tak terkalahkan, Khaleel Majid, selama hampir tiga tahun terakhir.

Meski McGirt tidak selalu berada di Bolton, pengaruhnya sangat terasa dalam setiap aspek perkembangan Majid.

Bahkan, Majid masih mengingat jelas pelajaran pertama yang diberikan Buddy McGirt ketika mereka mulai bekerja sama.

“Jab,” ujar Majid (16-0, 4 KO). “Tidak ada yang mewah. Justru itu yang paling mengejutkan. Hanya dasar-dasar tinju. Selama lima atau enam minggu pertama, kami hanya melempar jab, lalu jab dan satu-dua.”

Saat Buddy McGirt kembali ke Amerika, Majid melanjutkan proses pematangan teknik bersama Matvienko dengan fokus pada fundamental.

Selain itu, ia juga mendapat keuntungan besar dari kesempatan berlatih dan mengamati salah satu petinju Inggris terbaik yang juga dilatih McGirt, yakni Callum Smith.

Smith, yang saat ini menempati peringkat tiga kelas light heavyweight versi The Ring, dikenal memiliki postur tinggi dengan jangkauan panjang.

Namun, keunggulannya justru sering terlihat ketika bertarung di jarak dekat. Hal inilah yang menjadi bahan pembelajaran berharga bagi Majid, yang juga memiliki kelebihan fisik.

“Saya kadang datang lebih awal hanya untuk melihat dia shadow box,” kata Majid. “Saya selalu bertanya bagaimana dia melepaskan pukulan tertentu. Saya suka mengambil potongan kecil dari gaya bertinjunya.”

Majid mengamati detail Smith dengan saksama, mulai dari jarak, footwork, hingga timing setiap pukulan. Semua itu perlahan ia masukkan ke dalam gudang senjatanya sendiri.

Meski seorang petinju tidak pernah berhenti belajar, Majid sadar bahwa di usia 28 tahun, saatnya hasil latihan tersebut diterjemahkan ke dalam performa nyata di atas ring.

Pada 2023, beberapa bulan setelah mulai bekerja intens dengan McGirt, Majid tampil impresif dengan menghentikan petinju berpengalaman Tom Farrell dalam tujuh ronde.

Cedera dan minimnya aktivitas sempat menghambat momentumnya, namun pada 2024 ia kembali bangkit dengan kemenangan 10 ronde atas Alex Murphy yang sebelumnya belum terkalahkan, di partai pendukung duel Joe Joyce kontra Filip Hrgovic.

Meski kerap tampil di pertunjukan skala kecil, Majid telah membangun basis penggemar yang kuat.

Dengan kemampuan, pengalaman belajar dari figur-figur elite, serta momentum yang kembali terjaga, Khaleel Majid kini siap mendorong kariernya lebih jauh dan menancapkan pengaruh di divisi junior welterweight.

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/khaleel-majid-terus-melangkah-maju-di-bawah-pengaruh-buddy-mcgirt
147
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini