Koroner Soroti Ketidakjelasan Niat Ricky Hatton saat Akhiri Hidupnya

Koroner menilai bukti yang ada tidak cukup untuk menyimpulkan kematian Ricky Hatton sebagai bunuh diri. (Foto: Fight TV)
Hasil inkuisisi atas kematian mantan juara dunia tinju Ricky Hatton menyatakan tidak ada kejelasan bahwa ia berniat mengakhiri hidupnya sendiri.
Putusan itu disampaikan dalam sidang di Stockport Coroner's Court, setelah koroner menilai bukti yang ada tidak cukup untuk menyimpulkan kematiannya sebagai bunuh diri.
Ricky Hatton meninggal dunia pada usia 46 tahun.
Dalam persidangan, keluarganya menggambarkan mantan petinju Inggris itu sebagai ayah yang penyayang, berada dalam suasana hati yang baik, dan dalam kondisi terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir meski pernah memiliki masalah dengan alkohol dan narkoba.
Pengadilan mendengar bahwa pada Jumat malam, 12 September tahun lalu, Ricky Hatton sempat mengajak kedua putrinya dan cucunya makan di sebuah pub.
Ia disebut tampak seperti biasa dan, setelah mengantar mereka pulang, mengatakan akan bertemu lagi dalam dua hari setelah perjalanan ke Dubai, tempat ia dijadwalkan tampil dalam laga tinju ekshibisi.
Namun, Hatton kemudian tidak hadir dalam sebuah agenda pada Sabtu.
Keesokan harinya sekitar pukul 06.30 pagi, manajernya, Paul Speak, datang ke rumah Hatton di Hyde, Greater Manchester, untuk mengantarnya ke bandara menuju penerbangan ke Dubai.
Saat itulah Hatton ditemukan tidak sadarkan diri di ruang permainan di lantai atas rumahnya.
Inkuisisi menyimpulkan penyebab resmi kematiannya adalah gantung diri.
Hasil tes juga menunjukkan bahwa kadar alkohol dalam tubuh Hatton berada jauh di atas batas legal mengemudi. Selain itu, ditemukan jejak penggunaan kokain dan ganja sebelumnya.
Pemeriksaan postmortem juga menemukan kerusakan pada otak Hatton yang diidentifikasi sebagai chronic traumatic encephalopathy atau CTE, kondisi yang berkaitan dengan olahraga tinju.
Temuan itu menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan koroner dalam mengambil putusan akhir.
Koroner senior South Manchester, Alison Mutch, mengatakan tidak ditemukan surat atau catatan apa pun dari Hatton, dan polisi juga tidak menemukan informasi yang menunjukkan ia sedang merencanakan untuk mengakhiri hidupnya.
Menurut Mutch, fakta bahwa Hatton masih memiliki sejumlah rencana masa depan membuat kesimpulan bunuh diri tidak dapat ditegakkan secara hukum.
Karena itu, koroner menjatuhkan narrative verdict, yakni putusan naratif yang menyatakan niat Hatton tetap tidak jelas.
Dalam sidang tersebut, putra Ricky Hatton, Campbell, tampak menangis setelah putusan dibacakan dan langsung dipeluk oleh kakeknya, Ray Hatton.
Artikel Tag: ricky hatton
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/koroner-soroti-ketidakjelasan-niat-ricky-hatton-saat-akhiri-hidupnya

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini