Duel Inilah Titik Awal Transformasi Floyd Mayweather Jr Sebagai “Villain”

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 22 Jan 2026, 18:57 WIB - 106 views
Floyd Mayweather Jr (kiri) mendominasi Diego “Chico” Corrales dalam pertarungan mereka pada 2001. (Foto: Fight TV)

Floyd Mayweather Jr (kiri) mendominasi Diego “Chico” Corrales dalam pertarungan mereka pada 2001. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Tidak ada petinju yang mampu menghasilkan uang dari laga tinju sebesar Floyd Mayweather Jr. Namun, jalannya menuju status megabintang ternyata tidak semulus yang dibayangkan banyak orang.

Popularitas dan kekayaan luar biasa itu baru benar-benar tercapai setelah ia mengubah citra, membentuk persona baru, dan naik divisi.

Momen awal dari perubahan besar tersebut dapat ditelusuri ke pertarungannya melawan Diego “Chico” Corrales pada 20 Januari 2001.

Sebagai bagian dari tim tinju Olimpiade Amerika Serikat 1996, Floyd Mayweather Jr harus hidup di bawah bayang-bayang Oscar De La Hoya, yang saat itu sudah menjadi juara dunia tiga divisi dan ikon global.

Meski memiliki bakat luar biasa, Mayweather kerap merasa tidak dihargai secara finansial.

Ketegangan dengan promotor Top Rank dan stasiun televisi HBO semakin memperumit situasi, terutama setelah ia menyebut kontrak yang ditawarkan kepadanya sebagai “kontrak perbudakan”.

Memasuki tahun 2001, karier Floyd Mayweather Jr berada di persimpangan.

Aktivitas bertarungnya menurun, hubungannya dengan ayahnya sebagai pelatih berakhir, dan ia memilih bekerja sama dengan pamannya, Roger Mayweather.

Di tengah ketidakpastian itu, muncul tawaran berisiko: menghadapi Diego Corrales, petinju bertubuh besar dengan rekor KO mengerikan.

Di luar ring, ketegangan kedua petinju memanas. Mayweather mulai menunjukkan sisi provokatif yang kelak menjadi ciri khasnya.

Ia menyerang Corrales soal masalah hukum dan bahkan mengundang korban kekerasan domestik Corrales untuk duduk di ringside. Ironisnya, beberapa hari sebelum laga, Mayweather sendiri terseret kasus serupa, membuat atmosfer semakin kontroversial.

Namun di atas ring, Mayweather tampil nyaris sempurna. Dengan kecepatan tangan, akurasi, dan kecerdasan taktis luar biasa, ia membedah Corrales ronde demi ronde.

Puncaknya terjadi pada ronde ketujuh hingga kesepuluh, saat Corrales tiga kali terjatuh sebelum akhirnya dihentikan. Dominasi itu menegaskan kelas Mayweather sebagai petinju elite sejati.

Kemenangan atas Corrales bukan sekadar mempertahankan gelar, melainkan titik balik penting.

 Dari sinilah Floyd Mayweather Jr mulai memahami bahwa konflik, emosi, dan peran antagonis bisa dijadikan alat untuk menjual pertarungan. Transformasi “Pretty Boy” menuju sosok kontroversial yang dicintai sekaligus dibenci pun resmi dimulai.

Artikel Tag: Floyd Mayweather Jr, Amerika Serikat, oscar de la hoya, olimpiade

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/duel-inilah-titik-awal-transformasi-floyd-mayweather-jr-sebagai-villain
106
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini