Andrew Moloney Rebut Gelar Juara Kelas Terbang Super IBF di Jepang

Andrew Moloney menang melalui keputusan mayoritas juri setelah menjalani duel ketat selama 12 ronde. (Foto: Fight TV)
Andrew Moloney akhirnya meraih pencapaian terbesar dalam karier profesionalnya.
Ia mengalahkan Willibaldo Garcia dan merebut gelar juara dunia IBF kelas terbang super pada pertarungan yang digelar di Aichi Sky Expo, Tokoname, Jepang, Sabtu (6/6).
Petinju asal Australia itu menang melalui keputusan mayoritas juri setelah menjalani duel ketat selama 12 ronde.
Dua juri memberikan kemenangan untuk Moloney dengan skor 115-113, sementara satu juri lainnya menilai pertarungan berakhir imbang 114-114.
Begitu hasil diumumkan, Moloney langsung berlutut di tengah ring sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
Momen emosional tersebut menjadi penutup perjalanan panjang yang penuh kegagalan dan kekecewaan dalam upayanya meraih gelar juara dunia.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Moloney sebelumnya mengungkapkan telah menolak tawaran kompensasi sebesar 250.000 dolar AS untuk menunda langkahnya mengejar gelar dunia.
Keputusan tersebut kini terbukti tepat setelah ia berhasil membawa pulang sabuk juara IBF kelas super terbang.
Dalam pertarungan tersebut, Andrew Moloney tampil disiplin menghadapi gaya agresif Garcia.
Petinju berusia 35 tahun itu memanfaatkan teknik bertahan dan serangan balik yang efektif untuk mengendalikan sebagian besar ronde awal.
Ia berulang kali mendaratkan kombinasi pukulan ke tubuh lawan sambil menjaga jarak dari tekanan yang terus diberikan sang juara bertahan.
Ketiga juri menilai Moloney unggul dalam lima dari enam ronde pertama.
Namun momentum mulai berubah pada pertengahan pertarungan ketika Garcia meningkatkan intensitas serangannya.
Petinju Meksiko itu berhasil menekan Moloney dan membuka luka di atas kedua mata lawannya.
Memasuki ronde terakhir, posisi pertandingan masih sangat ketat.
Menyadari pentingnya ronde penentuan, Moloney tampil agresif dan menutup laga dengan serangkaian serangan yang membuat seluruh juri memberikan ronde ke-12 untuk dirinya.
Keunggulan pada ronde terakhir itulah yang akhirnya menjadi pembeda dalam hasil akhir.
Keberhasilan di Jepang sekaligus mengakhiri serangkaian kegagalan yang sebelumnya menghantui karier Andrew Moloney.
Ia pernah kalah dari Joshua Franco dalam perebutan gelar dunia pada 2020, mengalami hasil no contest kontroversial dalam laga ulang melawan lawan yang sama, serta kalah KO dari Junto Nakatani pada perebutan sabuk WBO kelas super terbang tahun 2023.
Belum lama ini, Moloney juga sempat mengumumkan pensiun setelah kalah angka kontroversial dari Pedro Guevara.
Namun ia membatalkan keputusan tersebut dan memilih melanjutkan kariernya hingga akhirnya mendapatkan kesempatan menghadapi Garcia.
Setelah menjadi juara dunia, Moloney langsung mengarahkan pandangannya kepada pemegang gelar WBA, WBC, dan WBO kelas super terbang, Jesse Rodriguez.
Ia menyatakan keinginannya untuk menjalani pertarungan unifikasi demi status juara tak terbantahkan di divisi 115 pound.
Meski demikian, langkah menuju duel besar tersebut belum tentu berjalan mulus.
Andrew Moloney kemungkinan harus lebih dulu menghadapi penantang wajib IBF asal Afrika Selatan, Sikho Nqothole, atau menjalani pertandingan ulang melawan Garcia mengingat ketatnya hasil pertarungan di Jepang.
Kini, setelah bertahun-tahun berada di ambang kejayaan, Moloney akhirnya berhasil mencapai puncak yang selama ini dikejarnya dan membuka peluang untuk menghadapi pertarungan terbesar dalam kariernya.
Artikel Tag: andrew moloney
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/andrew-moloney-rebut-gelar-juara-kelas-terbang-super-ibf-di-jepang





















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini