Tersingkir Dari Wimbledon, Taylor Fritz Akui Fokusnya Kacau-Balau

Taylor Fritz
Berita Tenis: Taylor Fritz mengakui bahwa ia kesulitan mencari jawaban setelah rasa sakit di lututnya kambuh hanya tiga game setelah perempatfinal melawan Alexander Zverev di Wimbledon musim 2026.
Petenis peringkat 7 dunia telah mengatasi tendinitis lutut di sepanjang musim tetapi tetap menampilkan performa yang mengesankan di grass-court. Tetapi setelah rasa tidak nyaman kembali di awal pertandingan melawan juara French Open musim 2026, Zverev, petenis AS membutuhkan waktu jeda medis di set kedua dan tidak pernah bisa bergerak atau memukul bola dengan leluasa seperti biasanya.
“Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Ia sudah unggul dengan satu peluang break, tetapi setelah tiga game pertandingan berjalan, saya mulai merasakan nyeri di lutut saya. Saya pikir saya mungkin masih bisa bermain dengan jauh lebih baik meskipun ada masalah itu,” jelas Fritz.
“Saya tidak tahu perbedaan apa yang akan terjadi dalam pertandingan. Ia akan sangat sulit dikalahkan dengan cara servisnya. Ia sangat agresif dengan forehand dan backhand-nya juga. Sangat agresif. Pukulan bolanya impresif. Ia bermain dengan sangat baik.”
Meskipun runner up di Stuttgart dan Halle musim 2026 dengan cepat memuji Zverev karena menampilkan permainan yang tenang untuk mencapai semifinal Wimbledon pertama dalam kariernya, ia mengungkapkan bahwa rasa frustrasinya berasal dari bagaimana cedera itu tiba-tiba muncul kembali.
Petenis berusia 28 tahun mengatakan bahwa ia pertama kali merasakan ketidaknyamanan menjelang akhir kemenangannya di babak keempat melawan petenis berkebangsaan Kazakhstan, Alexander Bublik, tetapi percaya bahwa masalah tersebut telah mereda sebelum bermain di Lapangan No. 1.
“Saya panik, ‘Apa yang akan saya lakukan?’ Saya sama sekali tidak menduganya,” aku Fritz. “Satu-satunya tanda yang saya rasakan adalah nyeri menjelang akhir pertandingan melawan Bublik. Saya sudah unggul dua set dan satu peluang break. Saya pikir mungkin itu bukan pertanda baik bahwa saya merasakannya setelah pertandingan itu, karena nyerinya tidak terlalu parah.”
“Tetapi biasanya begitulah tendinitis. Kadang-kadang teriritasi. Anda mengistirahatkannya sebentar, kemudian terasa lebih baik. Saya berharap, setelah latihan ringan kemarin, akan merasa baik-baik saja kali ini. Saya merasa baik-baik saja, bahkan merasa sangat nyaman saat pemanasan. Saya merasa pemanasan saya berjalan dengan baik. Lalu, ya, saya tidak tahu mengapa setelah tiga game pertandingan terasa seperti itu.”
Mantan petenis peringkat 4 dunia memasuki pertandingan setelah memenangkan tujuh pertemuan berturut-turut melawan Zverev dan unggul dalam head to head mereka dengan skor 10-5, tetapi ia tidak mampu memberikan tekanan seperti biasanya.
Musim lalu, petenis unggulan keenam lolos ke semifinal Wimbledon sebelum kalah dari Carlos Alcaraz. Musim ini ia tersingkir di London setelah turun tiga peringkat ke peringkat 10 dunia.
“Ini sungguh menyedihkan,” lanjut Fritz. “Saya tidak ingin mengurangi betapa bagus permainannya. Saya tidak mengatakan hasilnya akan berbeda. Itu akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Saya hanya sangat sedih karena saya tidak mendapat kesempatan untuk terlibat dalam pertandingan itu. Saya merasa karena saya memikirkan lutut saya, fokus saya menjadi kacau.”
Petenis AS telah mengalami tendinitis sejak akhir musim lalu. Ia juga absen selama dua bulan setelah turnamen di Miami awal musim ini.
“Istirahat bukanlah cara untuk mengatasi tendinitis lutut. Bukan dengan membebani lutut sampai batas tertentu, yang jelas akan membutuhkan waktu istirahat dari pertandingan tenis yang sangat menguras fisik. Itu akan membantu,” tutur Fritz.
“Bukannya seperti saat saya di rumah dan tidak melakoni turnamen, saya beristirahat. Ini banyak penguatan dan anda ingin memaksakannya. Ada sejumlah rasa sakit yang dapat diterima ketika anda mencoba memperkuat dan menumbuhkan kembali tendon. Itulah yang telah saya lakukan.”
Fritz dijadwalkan akan kembali berkompetisi di Washington yang akan digelar pada 27 Juli mendatang.
Artikel Tag: wimbledon, taylor fritz, alexander zverev
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/tersingkir-dari-wimbledon-taylor-fritz-akui-fokusnya-kacau-balau

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini