Karam Di London, Felix Auger Aliassime Miliki Keyakinan besar Sampai Akhir

Felix Auger Aliassime [image: getty images]
Berita Tenis: Felix Auger Aliassime tentu saja kecewa karena tidak lolos ke semifinal Wimbledon musim 2026, tetapi ia merasa bangga dengan usahanya melawan Novak Djokovic.
Petenis unggulan ketiga mengerahkan kemampuan terbaik tetapi kalah lima set dari petenis berkebangsaan Serbia, Djokovic di perempatfinal Wimbledon.
“Pertarungan yang luar biasa melawan legenda olahraga kita. Begitulah adanya,” ungkap Auger Aliassime, yang kalah di babak tiebreak set terakhir.
“Jelas ini sulit bagi saya. Perempatfinal di Paris, di sini. Saya memiliki kesempatan lain dalam karier saya di mana pertandingan ketat seperti ini tidak berjalan sesuai keinginan saya. Saya harus melihat apa yang dapat saya lakukan agar berhasil di lain waktu. Untuk saat ini, saya bisa bangga dengan perjuangan ini, kemudian saya akan melanjutkan, melanjutkan ke apa yang selanjutnya.”
Djokovic unggul dua set berbanding satu dan satu break di set keempat, memainkan tenis yang mengingatkan kita pada level permainan yang telah membawanya memenangkan Wimbledon sebanyak tujuh kali. Tetapi petenis unggulan ketiga yang mencoba mencapai semifinal di London untuk kali pertama, berjuang keras di bawah atap lapangan utama untuk mendorong petenis berkebangsaan Serbia hingga batas kemampuannya.
“Saya sangat percaya diri. Saya rasa kepercayaan diri bukanlah masalahnya. Saya pikir setelah kedudukan imbang satu set, hanya satu game di set ketiga, saya kehilangan fokus. Setelah lebih dari dua setengah jam sangat fokus bersamanya, saya sedikit kehilangan fokus,” jelas Auger Aliassime.
“Di set keempat saya beruntung bisa bangkit kembali. Ia juga kehilangan fokus, sedikit menurun, memberi saya kesempatan untuk bangkit kembali di set keempat. Kemudian saya pikir saya bermain dengan baik, babak tiebreak yang apik.”
Petenis berkebangsaan Kanada menyelamatkan tiga peluang break point yang dihadapinya pada kesempatan kelima dan memasuki babak tiebreak 10 poin dengan peluang untuk meraih salah satu kemenangan terbesar dalam kariernya. Tetapi Djokovic terbukti terlalu tangguh, melaju hingga meraih kemenangan 10/4 untuk mengamankan kemenangan.
“Anda hanya merasa bahwa dalam babak tiebreak atau momen-momen ketat, ia melakukan servis dengan baik atau ia memaksa anda untuk melakukan pukulan ekstra. Ia terus menempatkan anda pada posisi di mana anda tidak dapat menyerangnya, tetapi ia menetralkan anda sampai ia menunggu kesalahan,” lanjut Auger Aliassime.
“Jadi ya, gaya permainannya, itu bukan gaya permainan alami saya. Saya lebih mencoba bermain menyerang. Tetapi saya harus belajar bagaimana mengelolanya, kapan harus menyerang, kapan harus sedikit lebih solid. Tetapi ya, saya pikir pada akhirnya ia membuktikan lagi bahwa ia tampil memukau ketika dibutuhkan. Ia solid, lebih solid dari saya, ketika dibutuhkan.”
Petenis unggulan ketiga menempatkan dirinya dalam posisi menang melawan Djokovic di turnamen ATP dan bermain dengan percaya diri hingga akhir. Setelah melakoni perempatfinal terpanjang dalam sejarah Wimbledon, yang berlangsung selama 5 jam 15 menit, ia sama sekali tidak mampu memberikan pukulan terakhir.
“Sejujurnya, saya sangat percaya diri hingga akhir. Saya mencoba melakukan servis dengan baik, mencoba untuk tidak mengambil risiko berlebihan, mencoba memainkan pukulan paling cerdas di setiap momen,” tukas Auger Aliassime.
“Jelas terkadang salah satu petenis harus mengambil risiko sedikit lebih besar di titik-titik tertentu. Tetapi itu tidak membuahkan hasil bagi saya.”
Artikel Tag: novak djokovic, wimbledon, felix auger aliassime
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/karam-di-london-felix-auger-aliassime-miliki-keyakinan-besar-sampai-akhir
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini