Taylor Fritz Bandingkan Diri Dengan Versi Diri Yang Maju Ke Final US Open

Taylor Fritz [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis andalan tuan rumah, Taylor Fritz berhasil melenggang ke babak kedua US Open musim 2026 setelah menyingkirkan rekan senegaranya, Darwin Blanch.
Bermain di Arthur Ashe Stadium, New York, petenis unggulan kesembilan menang dengan tiga set langsung atas Blanch di babak pertama US Open yang berlangsung selama waktu 1 jam 40 menit.
Sejak saat itu, mantan petenis peringkat 4 dunia telah membahas level permainannya, setelah diminta membandingkan kondisinya saat ini dengan sosok dirinya saat mencapai final US Open musim 2024.
Saat menengok kembali kiprahnya tersebut — yang dihentikan oleh Jannik Sinner — Fritz berkata, "Menurut saya, servis saya sekarang lebih baik dibandingkan saat saya mencapai babak final."
“Dari segi performa di lapangan, kondisi saya kurang lebih sama. Menurut saya, pada periode itu kondisi fisik saya sangat prima dan pergerakan saya luar biasa bagus. Saya rasa saya tetap petenis yang sama atau bahkan lebih baik, semuanya bergantung pada performa saat itu dan rasa percaya diri. Bisa dibilang level permainan saya cukup mirip.”
Petenis berusia 28 tahun kini mengalihkan perhatiannya menuju babak kedua US Open, di mana ia akan menghadapi petenis berkebangsaan Italia, Mattia Bellucci. Kedua petenis sebelumnya telah bertemu untuk kali pertama di perempatfinal Stuttgart Open musim ini, dengan petenis AS mengalahkan petenis berkebangsaan Italia dengan tiga set yang berlangsung alot.
Petenis unggulan kesembilan terus-menerus berada di bawah tekanan hebat di Grand Slam, khususnya di US Open mengingat kewarganegaraannya. Tetapi, belakangan ini ia mampu tampil gemilang di New York, dengan mencapai dua perempatfinal dan satu final dalam tiga musim terakhir.
Perjalanannya pada musim 2024 terasa sangat istimewa, di mana petenis peringkat 10 dunia berhasil mencapai final Grand Slam pertama dalam kariernya, yang juga menjadi satu-satunya final Grand Slam yang pernah ia capai hingga saat ini.
Kala itu, hanya petenis berkebangsaan Italia, Sinner yang mampu menghentikan langkahnya setelah petenis peringkat 1 dunia memenangkan final tersebut dengan tiga set langsung.
Meski sudah dua musim berlalu, hal tersebut semestinya tetap memberikan kepercayaan diri yang besar bagi Fritz bahwa ia bisa kembali melaju lebih jauh saat bertanding di hadapan publik sendiri. Tentu saja, ia juga bisa mengandalkan dukungan luar biasa seperti biasanya, mengingat para penggemar di New York semakin mendambakan lahirnya juara dari tuan rumah.
Agak sulit dipahami, gelar juara yang diraih Andy Roddick pada musim 2003 bukan hanya menjadi kemenangan terakhir petenis putra AS di US Open, tetapi juga kemenangan Grand Slam terakhir bagi petenis putra AS secara keseluruhan sampai saat ini.
Artikel Tag: taylor fritz, us open, jannik sinner
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/taylor-fritz-bandingkan-diri-dengan-versi-diri-yang-maju-ke-final-us-open
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini