Ketika Rafael Jodar Telan Kekalahan Telak Di US Open

Rafael Jodar [image: getty images]
Berita Tenis: Musim 2026 menjadi momen kemunculan Rafael Jodar di panggung utama tenis, tetapi di US Open ia mengalami salah satu kekalahan paling telak di sepanjang kariernya sampai saat ini usai menghadapi seorang lucky loser.
Petenis berkebangsaan Spanyol telah mengalami peningkatan peringkat yang sangat pesat sejak Januari, setelah ia melesat dari luar peringkat 150 besar dunia hingga menempati peringkat 13 dunia. Ia bahkan sempat mencapai peringkat 11 dunia. Selama periode tersebut, ia berhasil meraih gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Marrakesh, Maroko, mencapai perempatfinal atau lebih baik di tiga turnamen Masters 1000 secara berturut-turut, dan menembus perempatfinal French Open.
Saat turun ke lapangan di New York untuk melakoni babak pertama — yang sempat tertunda akibat cuaca buruk — petenis peringkat 43 dunia kalah telak dengan skor 6-2, 6-1, 6-1 dari petenis berkebangsaan Cina, Buyunchaokete.
Lawan petenis berkebangsaan Spanyol merupakan petenis yang berkompetisi di US Open dengan berstatus sebagai lucky loser dan belum pernah memenangkan satu pun pertandingan di Grand Slam sepanjang kariernya sebelum pekan ini. Petenis berkebangsaan Spanyol melakukan 37 unforced error, lebih banyak dibandingkan 15 winner yang ia ciptakan, serta hanya memenangkan kurang dari sepertiga poin dari servis keduanya.
"Ia bermain dengan lebih baik daripada saya dan itulah alasan mengapa ia menang," ujar Jodar. "Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik. Namun, hasilnya memang belum berpihak pada saya. Secara keseluruhan, musim ini berjalan dengan baik bagi saya. Kini saatnya untuk memulihkan diri serta merenungkan turnamen ini dan pelajaran apa yang bisa saya petik darinya."
Petenis berusia 19 tahun menepis anggapan bahwa performanya dipengaruhi oleh kondisi fisik. Ia menyatakan kondisinya "baik secara fisik" dan menambahkan bahwa ia tidak merasa kelelahan akibat jadwal pertandingan di turnamen. Oleh karena itu, kekalahan tersebut terasa lebih membingungkan. Meski demikian, performa Buyunchaokete juga patut diapresiasi.
"Hal-hal seperti ini bisa saja terjadi karena saya masih baru. Saya hanya berusaha belajar darinya agar kejadian serupa tidak terulang. Kejadian pertama bisa menimpa siapa saja. Kita semua manusia. Namun, jika sampai terjadi untuk kedua kalinya, itu bisa menjadi masalah serius karena berarti saya tidak belajar dari pengalaman ini,” jelas Jodar.
Artikel Tag: us open, buyunchaokete
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/ketika-rafael-jodar-telan-kekalahan-telak-di-us-open
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini