Tanggapan Mirra Andreeva Tentang Tekanan Menangkan Gelar Di Singapura

Mirra Andreeva [image: getty images]
Berita tenis: Sejak meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di French Open musim 2025, Mirra Andreeva kesulitan untuk mempertahankan momentumnya.
Petenis berusia 19 tahun berhasil menorehkan prestasi yang bagi kebanyakan orang hanyalah sebuah impian di clay-court yang berada di Roland Garros, Paris, memenangkan gelar Grand Slam pada usia 19 tahun dengan hanya kehilangan satu set di sepanjang turnamen.
Itu merupakan gelar ketiganya pada musim 2026, menyusul kemenangannya di Adelaide dan Linz. Tetapi, setelah berakhirnya French Open, ia belum benar-benar mendekati peluang untuk menjuarai turnamen WTA. Ia tersingkir lebih awal di Bad Homburg, Wimbledon, Toronto, dan Cincinnati, sebelum akhirnya terhenti di perempatfinal US Open.
Setelah kiprahnya di New York, petenis peringkat 5 dunia memutuskan untuk memulai rangkaian turnamen di Asia dengan mengikuti turnamen WTA level 500, Singapore Open. Turnamen tersebut telah mencatat sejumlah pengunduran diri petenis, termasuk yang paling menonjol adalah petenis peringkat 3 dunia, Jessica Pegula.
Absennya Pegula menjadikan petenis berusia 19 tahun sebagai petenis unggulan pertama dalam kompetisi tersebut, sekaligus memberinya peluang besar untuk meraih gelar keempatnya pada musim ini atau gelar keenam di sepanjang kariernya sampai saat ini.
Menurut laporan Daily Tribune, menjelang Singapore Open, ia ditanya apakah ia kini merasa tertekan untuk memenangkan turnamen tersebut mengingat statusnya sebagai petenis unggulan pertama.
“Tidak. Tidak ada tekanan bagi saya untuk menang, karena jika melihat daftar peserta, menurut saya turnamen ini cukup berat,” jawab Andreeva.
“Banyak petenis hebat yang bertanding di sini, jadi, bagi saya tidak masalah apakah saya menjadi petenis unggulan pertama atau bukan. Saya hanya akan turun ke lapangan, berusaha sebaik mungkin, dan mencoba memenangkan setiap pertandingan yang saya jalani.”
Ada sejumlah nama besar yang berkompetisi di Singapore Open musim ini, termasuk Amanda Anisimova dan Alexandra Eala.
Petenis peringkat 5 dunia telah menjalani masa istirahat selama dua pekan sejak pertandingan terakhirnya — perempatfinal US Open melawan Cori Gauff — dan kini ia mengaku merasa dalam kondisi baik menjelang Singapore Open.
Saat ditanya mengenai kondisi lapangan selama sesi latihan di turnamen ini, Andreeva menjawab, "Menurut saya, kondisi lapangannya sangat bagus. Saya merasa bisa bermain dengan hebat, saya mulai menemukan ritme permainan saya. Saya sudah menjalani beberapa kali latihan.”
"Saya sudah berada di sini selama tiga hari, jadi, saya belum bisa berkomentar banyak, tetapi saya sempat berlatih di lapangan utama. Sejauh ini, fasilitasnya sangat bagus, dan saya tidak sabar menunggu turnamen dimulai."
Setelah mendapatkan bye (lolos otomatis) di babak pertama, Andreeva akan menghadapi rekan senegaranya, Aliaksandra Sasnovich di pertandingan pembukanya.
Artikel Tag: french open, us open, singapore open, mirra andreeva
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/tanggapan-mirra-andreeva-tentang-tekanan-menangkan-gelar-di-singapura
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini