Pesan Emosional Jannik Sinner Atas Kepergian Sang Pelatih, Darren Cahill

Penulis: Dian Megane
Jumat 06 Nov 2026, 17:23 WIB - 113 views
Pesan Menyentuh Jannik Sinner Atas Kepergian Sang Pelatih, Darren Cahill

Jannik Sinner [kiri] dan Darren Cahill [kanan] [image: getty images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Italia, Jannik Sinner telah secara resmi mengonfirmasi bahwa Darren Cahill telah mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih utamanya.

Juara Wimbledon musim 2026 dikabarkan akan bekerja sama dengan Magnus Norman — pelatih asal Swedia yang mengantarkan Stan Wawrinka meraih tiga gelar Grand Slam — mulai awal musim 2027, seiring dengan kembalinya ia setelah mengalami cedera lutut.

Hal tersebut kemudian memunculkan anggapan bahwa Cahill akan meninggalkan tim mantan petenis peringkat 1 dunia, sesuatu yang memang direncanakan akan terjadi setelah musim 2025, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tetap mendampingi sang petenis di turnamen ATP selama satu musim lagi.

Hingga saat ini, juara ATP Finals musim 2025 belum memberikan komentar apa pun, namun kini ia telah menyampaikan pesan yang menyentuh hati kepada Cahill untuk mengonfirmasi kepergiannya.

Petenis berusia 25 tahun telah dilatih oleh Cahill sejak Juli 2022. Pelatih asal Australia tersebut mendampinginya meraih kelima gelar Grand Slam yang ia miliki sejauh ini. Melalui sebuah pesan video yang menyentuh hati di media sosialnya, ia menyampaikan terima kasih kepada Cahill — bersama dengan Simone Vagnozzi — atas segala kesuksesan yang telah dihadirkan bagi timnya. Ia juga memberikan apresiasi atas peran Cahill dalam membentuk dirinya sebagai pribadi.

“Darren, saat kita mulai bekerja sama pada musim 2022, saya hanyalah seorang pemuda Italia yang kurus dengan banyak pertanyaan. Kau tidak pernah langsung memberikan semua jawabannya kepada saya, kau justru membantu saya menemukannya sendiri,” ujar Sinner mengawali.

“Kau hadir sebagai salah satu pelatih saya, namun tidak lama kemudian, peranmu menjadi jauh lebih dari itu. Seseorang yang bisa saya percayai, seseorang yang bisa saya andalkan, seorang teman. Melbourne, gelar Grand Slam pertama, peringkat 1 dunia, Wimbledon... daftarnya masih panjang.”

“Kita telah melalui begitu banyak hal bersama, kau bilang akan berhenti setelah musim 2025, namun entah bagaimana, saya tetap tidak bisa melepaskanmu. Akan tetapi, bukan trofi-trofi itu yang paling saya ingat, melainkan segala hal di baliknya. Waktu yang panjang di lapangan latihan, penerbangan, makan malam bersama, hingga kasih sayang yang ada. Bahkan di hari-hari saat segalanya terasa begitu berat, kau selalu ada di sana melalui itu semua.”

“Saya selalu tahu bahwa saya berada di tangan yang tepat, bukan hanya saya, tetapi juga semua orang yang bepergian bersama kami, serta semua pihak yang bekerja di balik layar. Bersama kalian, kita lebih dari sekadar tim. Kalian telah banyak mengajari saya, bahwa tenis memang penting, tetapi bukan segalanya, bahwa untuk menjadi petenis yang hebat, seseorang harus terlebih dahulu menjadi pribadi yang baik, dan bahwa hal-hal yang rumit pun bisa dibuat menjadi sederhana.”

“Saya harap saya juga telah mengajarkan sesuatu kepadamu, seperti cara memukul bola golf. Saya akan merindukan momen saat menoleh ke arah tribun setelah memenangkan poin penting dan melihatmu berada di sana.”

“Musim ini memang tidak berakhir seperti yang kita harapkan, tetapi itu tidak mengubah apa yang telah kita capai ataupun makna musim-musim ini bagi saya. Untuk keluargamu, terima kasih telah mengizinkan Darren bersama kami. Saya paham betul pengorbanan yang diminta dari kalian dan saya tidak menganggapnya sebagai hal yang sepele, sebagian besar dari diri saya — baik sebagai petenis maupun pribadi — adalah berkat kalian. Lima musim, saya tidak akan melupakan satu hari pun dari masa itu. Terima kasih, kawan, untuk segalanya, sungguh sebuah kehormatan bisa bekerja sama denganmu.”

Setelah sempat absen selama beberapa bulan akibat cedera lutut, pertandingan terakhir Sinner dan Cahill sebagai pasangan terjadi di final Wimbledon, di mana petenis berkebangsaan Italia mengalahkan Alexander Zverev untuk meraih gelar Grand Slam kelimanya.

Artikel Tag: wimbledon, jannik sinner

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/pesan-emosional-jannik-sinner-atas-kepergian-sang-pelatih-darren-cahill
113
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini