Cori Gauff Umpamakan Clay-Court Seperti Pria Baik, Tapi Tak Cocok

Cori Gauff [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis AS, Cori Gauff yang menjuarai French Open musim 2025 melontarkan pengakuan jujur tentang hubungan yang rumit dengan clay-court.
Petenis berusia 22 tahun dan clay-court memiliki hubungan cinta-benci. Meskipun pada musim 2025 ia mengangkat trofi kemenangan French Open, lolos ke final turnamen WTA level 1000 yang digelar di clay-court, Madrid Open dan Italian Open, ia belum merasa senyaman seperti saat ia beraksi di hard-court, di mana ia memenangkan gelar lain dalam koleksinya, termasuk gelar US Open.
Hubungan rumit dengan clay-court tersebut ia konfirmasi ketika ia melakukan wawancara dengan Tennis Channel di Madrid pekan ini.
“Clay-court itu seperti pria menyenangkan, yang memperlakukan anda dengan baik, tetapi tidak ada kecocokan. Itu yang saya rasakan. Saya memiliki banyak kebiasaan aneh dengan clay-court, seperti kaus kaki saya kotor, saya terjatuh, kali ini saya terluka, juga ada sesuatu di lutut saya. Dan itu tidak pernah sepenuhnya stabil, anda tidak tahu apa yang akan anda temukan, yang kadang-kadang membuatnya menyenangkan, tetapi di lain waktu, saya membutuhkan stabilitas dalam hidup saya," jelas Gauff.
Petenis peringkat 3 dunia lalu membandingkan clay-court di Stuttgart dan Madrid.
“Stuttgart selalu menajdi turnamen yang menantang bagi saya. Saya tidak pernah merasakan diri saya sendiri di clay-court itu, tetap saya akan tetap mencoba. Mungkin suatu hari nanti saya akan menaklukkannya. Di sini, di sisi lain, ini turnamen lain di mana saya biasanya kesulitan, tetapi musim lalu saya mendapatkan hasil yang positif,” lanjut Gauff.
“Saya belajar untuk bermain di kondisi dengan ketinggian seperti di sini, di clay-court. Kali ini, kondisi di sini dan permainan saya cocok satu sama lain. Bolanya melambung dengan sangat tinggi dari raket saya. Transisi dari Stuttgart menuju Madrid cukup menantang, karena dari anda bermain di dalam ruangan, di mana bolanya melambung dengan rendah, menjadi turnamen di sini, di mana bolanya melambung dengan lebih tinggi.”
“Pekan latihan saya tidak begitu baik, tetapi dua hari terakhir sudah sangat baik, jadi, saya akan mempertahankan performa ini.”
Ia mengakui bahwa kondisi di Madrid sangat unik.
”Kondisi di sini memaksa anda untuk lebih mengandalkan pukulan-pukulan anda dan biarkan kondisinya bekerja sesuai keinginan anda. Kadang-kadang anda berpikir anda harus bermain dengan sangat mengagumkan dan kadang-kadang anda memang begitu, tetapi kondisinya sangat membantu. Kali ini, saya memukul bola yang tidak sempurna, tetapi bola-bola itu memantul dengan tinggi karena ketinggian tempat ini. Itu sesuatu yang saya pelajari selama bermusim-musim di turnamen ini,” papar Gauff.
Kini mengamankan satu tiket menuju babak ketiga Madrid Open, Gauff akan berduel melawan petenis unggulan ke-25, Sorana Cirstea. Sampai saat ini petenis AS unggul 2-0 dalam head to head mereka, termasuk memenangkan pertemuan terakhir mereka di Miami bulan lalu.
Artikel Tag: french open, madrid open, cori gauff
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/cori-gauff-umpamakan-clay-court-seperti-pria-baik-tapi-tak-cocok























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini