Aryna Sabalenka Akui Temui Psikiater Usai French Open

Aryna Sabalenka [image: getty images]
Berita Tenis: Petenis peringkat 1 dunia, Aryna Sabalenka mengakui telah mengalami krisis emosional yang mendalam setelah kekalahan mengejutkan dan beratnya di semifinal French Open musim 2026.
Petenis berusia 28 tahun telah membangun sebagian besar kariernya dengan belajar mengatasi rasa frustrasi. Selama bermusim-musim, ia dianggap sebagai salah satu petenis paling berbakat di turnamen, tetapi juga salah satu petenis yang paling rentan secara emosional di saat-saat krusial.
Seiring waktu, ia berhasil mengubah citra tersebut, memenangkan Grand Slam, mencapai peringkat 1 dunia, dan menjadi salah satu pesaing paling konsisten di planet ini. Tetapi, bahkan proses tersebut tidak sepenuhnya melindunginya dari kekalahan yang menyakitkan.
Dua pekan setelah tersingkir dari French Open, ia menghadapi media di Berlin dan membuat salah satu pengakuan paling mengejutkan, seperti yang diungkapkan oleh Bounces. Ia mengakui bahwa ia membutuhkan bantuan profesional untuk memproses apa yang terjadi di Paris dan mengaku telah mencari bantuan psikiater untuk menemukan cara mengatasi kekalahan yang masih sangat membebani dirinya.
Kekalahan yang dialami di French Open musim ini meninggalkan bekas luka. Ia tiba di Paris sebagai salah satu favorit utama untuk meraih gelar dan merasa tengah berada di salah satu momen terbaik dalam kariernya. Tetapi, kekalahan dari Diana Shnaider di perempatfinal ternyata memberikan dampak emosional yang jauh lebih besar dari yang ia duga.
Sabalenka mengakui di Berlin bahwa ia membutuhkan waktu untuk menerima apa yang telah terjadi, dengan menyatakan, "Saya benar-benar membutuhkan waktu untuk pulih setelah French Open."
Alih-alih mencoba menyembunyikan rasa sakit, Sabalenka menjelaskan bahwa selama beberapa hari ia terus memikirkan apa yang terjadi di lapangan, dengan menambahkan, "Saya banyak memikirkan pertandingan itu. Itu adalah kekalahan yang sangat berat."
Momen paling mencolok dari seluruh penampilannya terjadi ketika ia menjelaskan bagaimana ia mencoba mendekati proses pemulihan emosional dengan menyampaikan, "Saya pergi menemui psikiater. Saya mencari cara untuk melupakan apa yang telah terjadi."
Pernyataan tersebut menimbulkan dampak besar karena cara penyampaiannya yang lugas. Ia berbagi bahwa ia membutuhkan bantuan untuk mengelola emosi yang terkumpul setelah French Open dan untuk mencegah dirinya terjebak secara mental dalam kekalahan tersebut.
Petenis yang telah mengantongi empat gelar Grand Slam mengakui bahwa percakapan yang terjadi selama hari-hari tersebut membantunya melihat situasi dari perspektif yang berbeda.
"Itu sangat membantu saya. Terkadang anda perlu berbicara dengan seseorang," ujar Sabalenka tentang pentingnya mencari bantuan saat dibutuhkan.
Alih-alih menggambarkan kunjungan ke dokter spesialis sebagai sesuatu yang luar biasa, ia justru menggambarkannya sebagai alat lain dalam persiapan seorang atlet profesional.
Salah satu aspek paling penting dari pernyataannya adalah bagaimana ia sekarang menafsirkan episode tersebut. Ia menyatakan bahwa ia mencoba menemukan pelajaran bahkan dalam kekalahan yang paling menyakitkan, salah satunya ia belajar banyak tentang dirinya sendiri. Ini bukan pernyataan biasa.
Selama beberapa musim terakhir, Sabalenka berulang kali menjelaskan bahwa bagian mendasar dari evolusinya terjadi ketika ia mulai lebih memahami emosinya dan secara aktif mengelolanya. Bahkan, sebagian besar transformasi yang membawanya dari petenis yang tidak konsisten menjadi juara Grand Slam terkait dengan kerja psikologis yang dilakukan di luar lapangan.
Itulah mengapa Sabalenka percaya bahwa bahkan pengalaman yang tidak menyenangkan seperti di Roland Garros dapat memiliki nilai jangka panjang dengan menyatakan, "Situasi-situasi itu membuat anda lebih kuat."
Artikel Tag: french open, aryna sabalenka, diana shnaider
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/aryna-sabalenka-akui-temui-psikiater-usai-french-open

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini