Karena Hal Ini, Jarvis Merasa Yamaha Menjadi Sulit Untuk Menang

Penulis: Viggo Tristan
Kamis 16 Jan 2020, 20:09 WIB
Karena Hal Ini, Jarvis Merasa Yamaha Menjadi Sulit Untuk Menang

Lin Jarvis sebut penerapan ECU ubah prestasi Yamaha menjadi anjlok.

Berita MotoGP : Manajer tim Monster Energy Yamaha yaitu Lin Jarvis mengakui jika penerapan perangkat kontrol elektronik seragam atau ECU telah merugikan timnya sendiri. Yamaha tidak bisa memanfaatkan perubahan aturan tersebut dengan baik dan harus mengalami penurunan prestasi dalam beberapa musim belakangan.

Sebagaimana diketahui, Yamaha memang menjadi salah satu tim yang mempunyai prestasi cukup apik pada tahun 2012-2015. Kala itu, Yamaha berhasil meraup 30 kemenangan dan menjadi salah satu tim yang begitu mendominasi persaingan di papan atas. Sayangnya, penerapan ECU setelah musim 2015 membuat performa Yamaha mengalami penurunan yang drastis.

Tim yang dibela oleh Maverick Vinales dan Valentino Rossi tersebut hanya bisa meraup 13 kemenangan hingga saat ini. Angka itu bahkan tidak sampai separuh dari pencapaian mereka selama musim 2012-2015. Menanggapi anjloknya performa Yamaha di akhir-akhir ini, Jarvis kemudian mengakui jika pihaknya kurang merespons aturan ECU dengan baik. Hal itu kemudian berbuntut panjang dengan inkonsistensi performa di lintasan balap.

“Motor kami masih bagus pada 2016. Kami masih belum kehilangan dasar pengembangan ketika perangkat lunak itu datang. Dari titik itu, kami justru kehilangan peta jalan sementara kompetitor mengambil keuntungan dengan melalui jalan yang benar,” ucap Jarvis saat diwawancara oleh media setempat.

“Secara pribadi, saya menduga penurunan terjadi karena kami terlalu menganggap remeh pentingnya memahami perangkat lunak serta mencari solusi yang berbeda. Sepertinya kami terlalu sibuk karena perangkat lunak kami berada di level yang sangat tinggi,” tandasnya sekali lagi.

Artikel Tag: motogp 2020, Monster Energy Yamaha, Lin Jarvis

2124  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini