Bukan Soal Kecepatan, Ini Masalah yang Harus Dibenahi Francesco Bagnaia

Francesco Bagnaia
Berita MotoGP: Masa depan Francesco Bagnaia bersama Ducati mulai menjadi tanda tanya usai musim MotoGP 2025 yang mengecewakan. Mantan manajer tim MotoGP, Livio Suppo, menilai ada satu aspek krusial yang harus segera dibenahi sang juara dunia dua kali itu.
Keputusan mengenai masa depan Francesco Bagnaia di Ducati diperkirakan akan muncul sepanjang MotoGP 2026. Hal ini tak lepas dari performa sang pebalap Italia yang menurun drastis pada musim 2025, yang menjadi periode terberatnya sejak membela tim pabrikan Ducati.
Setelah empat musim berturut turut selalu terlibat dalam perebutan gelar juara dunia, kehadiran Marc Marquez sebagai rekan setim sempat memunculkan ekspektasi duel internal yang sengit. Namun realitas berkata lain. Marquez tampil dominan, sementara Bagnaia kesulitan menemukan konsistensi.
Bagnaia mengakhiri musim 2025 di posisi kelima klasemen akhir, merosot dari posisi tiga besar yang sempat ia tempati hampir sepanjang musim. Performa impresif Marco Bezzecchi dan Pedro Acosta pada paruh kedua musim turut mendorongnya turun peringkat. Statistik juga mencerminkan kesulitan Bagnaia, karena ia gagal meraih poin dalam 18 dari total 44 balapan, termasuk sprint race dan grand prix.
Mantan bos tim MotoGP Livio Suppo menilai bahwa masalah Bagnaia bukan semata soal kecepatan di lintasan. Dalam wawancaranya dengan GPOne, Suppo justru menyoroti cara Bagnaia berkomunikasi dengan media sebagai faktor yang bisa merugikannya di internal Ducati.
“Pecco pebalap yang sangat kuat, tapi menurut saya dia perlu belajar berkomunikasi dengan lebih baik,” ujar Suppo. “Sering kali ucapannya justru memunculkan banyak spekulasi dan teori yang tidak perlu.”
Suppo menilai pernyataan Bagnaia yang terlalu tertutup atau ambigu membuat posisinya rentan, baik di mata publik maupun manajemen tim. Meski secara emosional Bagnaia sangat terikat dengan Ducati, situasi bisa berubah jika performanya kembali mengecewakan.
“Kalau ada pabrikan lain datang dengan tawaran besar dan dia kembali kesulitan, mengapa dia harus bertahan?” kata Suppo. “Banyak variabel yang akan menentukan.”
Di sisi lain, Bagnaia juga bersiap menghadapi era baru MotoGP pada 2027, saat regulasi mesin berubah menjadi 850 cc. Suppo bahkan menilai keputusan tersebut sebagai langkah yang keliru, karena menurutnya penurunan performa bisa dicapai tanpa harus merombak mesin sepenuhnya.
Musim 2026 pun menjadi momen krusial bagi Bagnaia, bukan hanya untuk membuktikan dirinya di lintasan, tetapi juga untuk menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi tekanan dan komunikasi publik.
Artikel Tag: Francesco Bagnaia, Livio Suppo, MotoGP 2026, Ducati
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/bukan-soal-kecepatan-ini-masalah-yang-harus-dibenahi-francesco-bagnaia









Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini