Isack Hadjar Siap Hadapi Tekanan Jadi Tandem Verstappen di Red Bull

Isack Hadjar
Berita F1: Promosi Isack Hadjar ke tim utama Red Bull menjelang musim Formula 1 2026 langsung menyedot perhatian publik. Keputusan manajemen Red Bull menggantikan Yuki Tsunoda dengan Hadjar memperpanjang daftar pebalap muda yang dipercaya mendampingi Max Verstappen, sosok yang selama satu dekade terakhir dikenal sangat dominan dan sulit ditandingi rekan setimnya.
Sejarah mencatat beberapa nama seperti Pierre Gasly, Alex Albon, Sergio Perez hingga Liam Lawson gagal menunjukkan konsistensi di kursi kedua Red Bull. Tekanan besar, karakter mobil yang spesifik, serta gaya balap Verstappen kerap menjadi kombinasi mematikan. Hadjar pun tidak menutup mata terhadap fakta tersebut dan memilih bersikap realistis sejak awal.
“Ya, saya sangat memikirkannya, itu alasan saya mengambil pendekatan seperti ini,” ujar Hadjar kepada media. “Kuncinya adalah harus benar benar cepat, lalu bekerja dengan baik di luar mobil dan membangun hubungan kuat dengan tim. Itu satu satunya jalan untuk mendekat. Bukan hanya soal mental, tetapi juga menyelesaikan pekerjaan di lintasan.”
Hadjar menegaskan ia tidak menargetkan untuk langsung menyaingi Verstappen. Fokus utamanya adalah memaksimalkan potensi diri, memahami arah pengembangan mobil, serta menjadi bagian aktif dalam kerja tim. Menurutnya, performa di lintasan tetap menjadi tolok ukur utama di Formula 1.
Musim debut Hadjar dinilai cukup menjanjikan. Ia sempat mencuri perhatian dengan hasil podium di Grand Prix Belanda, pencapaian yang memperkuat kepercayaan Red Bull terhadap potensinya. Meski target jangka panjangnya memang menembus tim papan atas, Hadjar mengaku sepanjang musim rookie lebih memilih fokus pada progres pribadi.
“Untuk sampai ke Red Bull, saya harus melakukan yang terbaik di tempat saya berada,” katanya. “Saya tidak terlalu memikirkan apa yang dilakukan tim besar, tetapi sekarang fokus itu berubah. Saya tidak sabar datang ke Milton Keynes dan mulai bekerja intensif pada Januari dan Februari.”
Isack Hadjar menilai fase pramusim akan sangat krusial, terutama karena Red Bull akan memasuki era regulasi teknis baru. Ia menyebut simulator sebagai alat utama untuk berkontribusi sejak dini. “Mungkin tidak menyenangkan, tapi di situlah perbedaan bisa dibuat. Mobil belum jadi, jadi simulator adalah senjata utama. Masih banyak pekerjaan dan saya ingin terlibat penuh,” ucapnya.
Soal hubungan dengan Verstappen, Hadjar menilai sejauh ini berjalan positif. Ia bahkan beberapa kali meminta saran langsung dari pebalap asal Belanda tersebut. “Biasanya soal teknis, saya bertanya singkat dan dia menjawab dengan sangat terbuka. Banyak hal yang bisa dipelajari dan itu saya manfaatkan,” tutup Hadjar.
Artikel Tag: Isack Hadjar, Red Bull, Max Verstappen, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/isack-hadjar-siap-hadapi-tekanan-jadi-tandem-verstappen-di-red-bull

















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini