Mercedes Dijagokan di F1 2026, Tapi McLaren Diam-diam Jadi Ancaman Nyata

Penulis: Abdi Ardiansyah
Sabtu 10 Jan 2026, 20:25 WIB - 218 views
Mercedes, McLaren, George Russell, Lando Norris

George Russell dan Lando Norris

Ligaolahraga.com -

Berita F1: Mercedes kerap disebut sebagai kandidat terkuat menghadapi Formula 1 2026, terutama karena rekam jejak panjang dan kapasitas teknis yang mereka miliki. Namun, menempatkan tim asal Brackley itu sebagai favorit mutlak dinilai terlalu sederhana, mengingat perkembangan McLaren yang sangat solid dalam beberapa musim terakhir.

Musim 2026 akan menjadi titik balik besar di Formula 1. Regulasi baru menghadirkan perubahan menyeluruh, mulai dari mobil, unit tenaga, hingga pendekatan aerodinamika. Porsi tenaga listrik meningkat signifikan, sistem aerodinamika aktif diperkenalkan, serta pengaturan mobil dapat diubah antara lintasan lurus dan tikungan untuk menyesuaikan kebutuhan kecepatan dan downforce.

Dalam situasi seperti ini, tim yang mampu membaca regulasi dengan cepat dan menerjemahkannya ke performa nyata di lintasan biasanya akan unggul. McLaren termasuk tim yang menonjol dalam aspek tersebut, khususnya sejak era ground effect diperkenalkan.

Mercedes memang memiliki keunggulan sebagai tim pabrikan. Pengalaman mereka dalam teknologi hybrid dan sistem kelistrikan kerap dianggap sebagai senjata utama menghadapi regulasi 2026. Bahkan, rumor di paddock menyebut The Silver Arrows menemukan pendekatan baru terkait efisiensi mesin yang berpotensi memberi keuntungan awal.

Meski begitu, menariknya, McLaren masih sering dipandang sebelah mata dalam diskusi F1 2026. Padahal, jika melihat performa di lintasan dalam beberapa musim terakhir, mereka justru tampil lebih konsisten dibanding Mercedes. Tim asal Woking itu mampu beradaptasi cepat, mengembangkan mobil secara agresif, dan meraih tiga gelar juara dunia dalam dua musim dengan menggunakan unit tenaga Mercedes yang sama.

Sebaliknya, Mercedes justru mengalami periode sulit antara 2022 hingga 2025. Mereka kerap kesulitan memaksimalkan paket mobilnya sendiri, meski memiliki mesin yang kompetitif. Fakta ini menegaskan bahwa kekuatan mesin saja tidak cukup untuk menjamin kesuksesan.

Kualitas sasis, efisiensi aerodinamika, serta integrasi keseluruhan paket tetap menjadi faktor penentu. Dalam aspek tersebut, McLaren terbukti sangat kuat. Memang, regulasi 2026 akan menghapus konsep ground effect, membuat semua tim memulai dari nol. Namun, kondisi ini tidak otomatis menempatkan pabrikan asal Jerman di posisi unggul atas tim asal Inggris.

Keuntungan struktural Mercedes sebagai tim pabrikan juga tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di lintasan. Dalam beberapa kesempatan, McLaren mampu melampaui performa tim pemasok mesinnya sendiri.

Optimisme mereka semakin besar dengan bergabungnya Rob Marshall, sosok penting di balik kesuksesan Red Bull. Pengalamannya dalam menghadapi perubahan regulasi besar diyakini menjadi aset berharga menuju 2026. Selain itu, tim tersebut juga menghentikan pengembangan mobil saat ini lebih awal, sehingga dapat memfokuskan sumber daya untuk generasi berikutnya.

Apakah mereka mampu kembali mencuri keunggulan sejak awal era baru masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal jelas, mengabaikan McLaren dalam persaingan F1 2026 adalah kesalahan besar.

Artikel Tag: Mercedes, McLaren, F1 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/mercedes-dijagokan-di-f1-2026-tapi-mclaren-diam-diam-jadi-ancaman-nyata
218
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini