Ban Bottas Kempes, Wolff Sarankan Pirelli Untuk Evaluasi Diri

Penulis: Viggo Tristan
Senin 03 Agu 2020, 20:14 WIB
Ban Bottas Kempes, Wolff Sarankan Pirelli Untuk Evaluasi Diri

Toto Wolff berharap Pirelli bisa tingkatkan kualitas ban.

Berita F1 : Prinsipal Mercedes AMG yaitu Toto Wolff menyarankan supaya Pirelli lebih jeli lagi memperhatikan kualitas ban mereka di masa mendatang. Pasalnya, ban Pirelli telah membuat Valtteri Bottas gagal finish runner-up di GP Inggris kemarin.

Bottas sendiri sejatinya sudah menguasai balapan di posisi kedua. Pebalap asal Finlandia tersebut sudah hampir pasti menjadi runner-up usai hanya kalah cepat dari Lewis Hamilton saja. Sayang, nasib sial harus diterima Bottas pada saat putaran-putaran terakhir. Bannya kempes sehingga membuat mobil Bottas berjalan sangat lamban. Alhasil, ia harus terlempar dari posisi sepuluh besar dan Mercedes juga kehilangan banyak poin untuk memuncaki klasemen konstruktor.

Menanggapi nasib sial yang dialami Bottas itu, Wolff merasa kecewa berat atas kualitas ban Pirelli. Ia berharap supaya manajemen Pirelli bisa mengambil pelajaran dari kejadian kali ini dan memperbaiki kualitasnya di seri-seri yang akan datang. Ban sendiri merupakan salah satu faktor penting dalam meraih hasil terbaik di atas lintasan balap.

"Pada saat kami bertahan hingga akhir di balapan yang 'membosankan' itu, kami sudah yakin dapat pulang dengan membawa posisi podium satu dan dua. Kemudian saya lalu menyadari bahwa Valtteri ternyataberada di ujung yang salah dari lintasan dengan kegagalan, itu adalah cukup sulit untuk kami terima,” ucap Wolff.

“Saya pikir ban depan kiri adalah yang paling banyak menderita, dan karena itu lebih rentan terhadap puing. Ada banyak potongan karbon di trek setelah insiden Kimi Raikkonen. Kami melihat ada beberapa bagian dari mobil, bagian dari sayap depan di trek, jadi kami tidak akan pernah tahu, tetapi saya kira Pirelli harus menganalisis masalah ini," imbuhnya.

Artikel Tag: Formula One 2020, Mercedes AMG, Valtteri Bottas, Toto Wolff

494  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini