Komitmen Tingkat Dewa, 5 Atlet E-Sport Ini Lebih Setia Dari Pacar Lho

Penulis: Senandung Mega
Selasa 27 Nov 2018, 18:00 WIB
Komitmen Tingkat Dewa, 5 Atlet E-Sport Ini Lebih Setia Dari Pacar Lho

Lee "Faker" Sang-Hyeok

Ligaolahraga.com -

E-Sport semakin lama semakin menarik perhatian berbagai pihak, terutama setelah cabang olahraga ini dilombakan di berbagai ajang olahraga bergengsi seperti Asian Games 2018 lalu. 

Namun di balik itu ternyata ada hal-hal yang masih tidak terlihat, salah satunya adalah komitmen tinggi dan integritas yang semakin lama semakin dituntut di dunia tersebut. Mulai dari proses perpindahan pemain bahkan hingga kontrak yang dapat disebut cukup singkat jika dibandingkan dengan durasi kontrak atlet dari cabang lain, membuat atlet e-sport lebih mudah menghilang secara tiba-tiba. Hal tersebut tentunya juga membuat para penggemar mereka kesulitan untuk mendukung mereka dalam pertandingan. 

Walaupun begitu tidak jarang juga atlet yang bertahan cukup lama selama bertahun-tahun, meskipun jumlahnya juga sangat sedikit. Atlet-atlet tersebut perlu di acungi jempol untuk komitmen mereka tetap bertahan membela dan membesarkan tim. Berikut ini beberapa atlet e-sport profesional dan memiliki komitmen tinggi pada tim masing-masing. 

1. Lee "Faker" Sang-Hyeok (SK Telecom T1: Sejak 2013) - League of Legends

Nama ini menjadi salah satu nama yang sakral di dunia League of Legends, karena Faker memiliki reputasi yang membuatnya disegani oleh para pemain lainnya terutama oleh sesama atlet di League of Legends. Faker tercatat memegang tiga gelar juara dunia LOL, dan kehebatannya tersebut bahkan membuatnya mendapatkan julukan “Lionel Messi di dunia LOL” oleh sesama atlet seperti Thorin, Alex Ich dan Maknoon. Tidak hanya itu, presiden dari Riot Games bahkan menjulukinya sebagai “Michael Jordan-nya LOL”.

Seluruh prestasi tersebut berawal dari ketekunan serta komitmennya untuk terus bermain LOL sejak ia berusia 8-9 tahun. Sejak awal ia sudah bermain sebagai midlaner, dengan meniru Hoon, yang merupakan pemain midlaner dari tim EDG. Dari situ ia menemukan build Ryze, dan menggunakannya sebagai pakem permainan.

Bersama dengan Sk Telecom T1, Faker telah membawa pulang tiga piala World Championship dan Best Mid Laner di ajang Korean eSports Award pada tahun 2013 lalu, sekaligus menjadi pertanda debut resminya. Ia juga merupakan salah satu atlet e-sport yang paling setia.

2. Danil “Dendi” Ishutin (Natus Vincere: Sejak 2010) – DOTA 2\

Pemain yang satu ini dapat disebut sebagai ‘wajah’ dari DOTA 2, ia bahkan juga disukai oleh hampir semua fans DOTA 2 di dunia. Dendi sendiri sudah lama lekat dengan warna hitam kuning ala Na’Vi, walaupun sebenarnya tim tersebut bukan tim pertama yang dibelanya. Dendi menjelaskan bahwa Na’Vi sudah menjadi rumah yang menaungi dan membesarkannya. Juga sebaliknya, bagi Na’Vi sendiri Dendi merupakan nyawa mereka.

Na’Vi mungkin masih bisa kehilangan dua pemain seperti Puppey atau Kuroky, akan tetapi jika mereka sampai kehilangan Dendi maka tidak diragukan lagi tim yang berasal dari Ukraina tersebut dapat bubar. Prestasi yang pernah diraih Dendi adalah piala The International pertama yang berhadiah sebesar $1.000.000 USD.

3. Jonathan “Loda” Berg (Alliance: Sejak 2013) - DOTA 2

Loda dikenal sebagai guru dari para legenda, ia tidak hanya ditakuti oleh pemain dari Eropa saja tapi bahkan hingga pemain asal Cina yang menyebutnya sebagai L-GOD atau Loda God. Sebelumnya ia sudah pernah mengicipi bermain di Eropa, Cina hingga Asia Tenggara sehingga membuatnya mendapatkan banyak sekali pengalaman sekaligus dapat cepat mengenali gaya permainan dari tim-tim terbaik dunia.

Kini Loda tidak hanya bermain saja akan tetapi ia telah menjadikan Alliance sebagai investasi yang membuat keduanya sudah tidak bisa dipisahkan lagi. Beberapa prestasi yang pernah di raihnya adalah GosuAward, JoinDota Awards, Team Liquid Dota 2 Awards pada tahun 2013 lalu, dan memberikannya penghargaan sebagai carry terbaik.

4. Go “Score” Dong-Bin (KT Rolster: Sejak 2012) – League of Legends

Score sudah didapuk sebagai dedengkot Dota 2 di usia yang cukup muda yaitu 25 tahun. ia telah bernaung di bawah KT Roister sejak masih kecil sebagai pemain junior mereka. Pada awalnya ia sempat bermain sebagai AD Carry dan mendapatkan julukan “The Immortal” berkat gaya bermainnya yang cenderung main aman, dan membuatnya jarang mati di kompetisi yang diikuti. Namun pada tahun 2015 lalu ia beralih menjadi jungler.

Dengan jam terbang yang tinggi, Score justru menjalani karir yang ironis karena piala yang pernah ia raih adalah hanya KeSPA Cup Tournament tahun 2017 lalu. Di berbagai kompetisi lainnya ia hanya bisa menjadi runner up saja.

5. Clinton “Fear” Loomis (Evil Geniuses: Sejak 2011) – DOTA 2

Dalam dunia DOTA 2, Fear merupakan salah satu pemain yang paling dihormati oleh pemain lainnya. Dedikasi dan komitmennya untuk mengangkat nama harum DOTA Amerika Utara di kancah dunia sangat luar biasa dan patut di acungi jempol. Pada awal karirnya Fear sempat berpindah-pindah tim hingga akhirnya ia dipertemukan dengan EG dan kini keduanya sudah tidak terpisahkan lagi. Karakter serta visi yang sama membuat hubungan di antara keduanya semakin terjalin erat.

Sejak debut Fear telah meraih banyak sekali prestasi dan puncaknya adalah piala International pada tahun 2015 lalu. Walaupun ia sempat mengalami cedera akan tetapi itu tidak dapat membuatnya menyerah sedikitpun.

Artikel Tag: atlet esport, cabang esport, olahraga esport, eSport

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/esports/komitmen-tingkat-dewa-5-atlet-e-sport-ini-lebih-setia-dari-pacar-lho
2005  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini