Indonesia Masih Harus Belajar Banyak Membentuk Ekosistem Esport

Penulis: Senja Hanan
Selasa 21 Mei 2024, 19:29 WIB
Indonesia Masih Harus Belajar Banyak Membentuk Ekosistem Esport

Indonesia Masih Harus Belajar Banyak Membentuk Ekosistem Esport

Ligaolahraga.com -

Berita Esports: Kepala Akademi Esports Nasional Garudaku, Robertus Aditya menyatakan Indonesia masih harus belajar banyak membentuk ekosistem esport. Sehingga berdampak jangka panjang pada keberlangsungan olahraga itu, khususnya atlet.

Menurut dia, di Amerika Serikat dan dunia Barat, esport tidak hanya sarana mencari prestasi, tapi sudah masuk ranah entertainment.

"Pengembangan di sana tidak lagi selalu tentang terkait hal teknis atau kemampuan bermain, tetapi mereka justru sekarang pengembangan soft skill bagi para pemainnya," kata Robertus usai menjadi pembicara dalam Scholastic & Academic Esports Bootcamp di Jakarta pada Selasa (21/5).

Dia meminta pemain-pemain profesional di Tanah Air tidak bisa lagi hanya fokus mengembangkan permainan, tapi juga kemampuan lain seperti berkomunikasi sehingga bisa mendapatkan ganjaran lebih dari yang dikerjakan selama ini.

"Itu yang membuat para pemain di sana banyak label brand yang sudah menempel ke dirinya, ini berbeda jauh dengan di Indonesia," kata dia.

Menurut Robertus, hambatan lain dalam mengembangkan ekosistem esport di Indonesia dalah peraturan dalam kontrak yang kerap berbenturan dengan aturan negara. Kondisi itu merugikan para pemain dalam negeri. Peraturan kontrak yang dipermudah bisa membuat pemain mengembangkan diri, karir, soft skill, pengalaman, dan pengembangan karir di ranah yang berbeda, kata Robertus.

Dua mengajak semua pihak sama-sama mengembangkan esport Indonesia supaya ekosistem terbangun sehingga berdampak panjang kepada karir pemain dan pemangku kepentingan. Scholastic & Academic Esports Bootcamp adalah kerja sama antara Akademi Garudaku, Network of Academy and Scholastic Esports Federations (NASEF), dan Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Para peserta cxara ini yang mencapai seratusan mendapatkan materi dari sejumlah praktisi dan ahli esport, seperti player development specialist NASEF/USEF Bethany Pyles, Global Senior Vice President & Founder at UniPin Debora Immanuela, dan Chair of the IESF Equity Committee Diana Tjong.

Artikel Tag: eSport, Indonesia, Akademi Esports Nasional

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/esports/indonesia-masih-harus-belajar-banyak-membentuk-ekosistem-esport
1083  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini