Robert Liburan ke Bali Untuk Segarkan Energi dan Pikiran

Penulis: M. Aldi
Kamis 19 Nov 2020, 01:00 WIB
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts

Robert Rene Alberts (foto : Persib Official)

Berita Liga 1 Indonesia : Skuat Persib diliburkan selama dua bulan karena kompetisi baru bergulir Februari 2021. Robert Rene Alberts pun memilih mengisi waktu luang dengan berlibur ke Bali untuk menyegarkan pikiran dan memulihkan energi.

Sejak Agustus lalu dia menggejot latihan pasukannya untuk bersiap tampil di kompetisi. Namun kenyataannya dari pihak kepolisian belum memberi izin laga dan PSSI pun memutuskan untuk menunda kompetisi ke awal tahun depan.

Maka dari itu, Robert memutuskan untuk melepas penat dari kesibukan sebagai pelatih dengan pergi ke Pulau Dewata. Kondisinya saat ini tidak ada agenda latihan dan dirinya jadi punya waktu luang untuk berlibur.

"Itu karena saya butuh pergi keluar dari Bandung, setelah keinginan kami untuk berkompetisi lagi ditolak. Dan semua pemain juga sudah meninggalkan (Bandung) dan tak ada lagi latihan," kata dia ketika diwawancara.

Agenda berlibur ini dimanfaatkan Robert dan anak asuhnya untuk memulihkan mental karena beberapa kali dikecewakan. Ini juga menjadi ajang baginya merancang ulang program latihan dan rencana yang akan dilakukan tim ke depan.

"Jadi kami membangkitkan diri sendiri, membangun rencana baru lagi, mempersiapkan tim kami untuk memulai kembali di Februari dan dalam waktu dekat pemain akan diberi program latihan spesifik," jelas pria berusia 66 tahun ini.

Namun untuk memberi menu latihan mandiri bagi pemain, dia tidak mau terburu-buru. Terpenting adalah menunggu agenda laga yang pasti dari PSSI maupun PT. LIB supaya tiap sesi latihan dari anak asuhnya jadi ada targetnya.

"Tapi itu hanya jika kami tahu kapan kompetisi akan dimulai lagi. Kami tidak bisa melakukan latihan serius lagi dengan tidak ada target atau akan ada pembatalan lagi. Jadi untuk saat ini kami mundur dulu untuk membangkitkan mental maupun fisik tentunya," jelas pelatih Persib asal Belanda ini.

Lebih jauh, Robert mengaku prihatin kompetisi masih belum bisa bergulir lagi dan para pelaku sepakbola kini menjadi korban. Upah yang diterima harus dipotong klub karena ada penyesuaian. Imbasnya mereka harus mencari pemasukan dari usaha lain di luar sepakbola.

"Kami hidup dengan gaji 25 persen, dan tidak banyak orang yang bisa bertahan. Kalian bisa melihat ada cerita pemain menjadi penjaga bank, membuka usaha ataupun ada juga yang sudah menjual barang-barangnya. Jadi terlihat kami seolah menjadi korban meskipun tidak bersalah. Tidak banyak yang bisa dilakukan karena covid-19," tukasnya.

Artikel Tag: robert rene alberts, Persib

600  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini