Rayo Vallecano dan AEK Athens Bertemu di Perempat Final

Selasa 07 Apr 2026, 18:15 WIB - 148 views
Rayo Vallecano dan AEK Athens Bertemu di Perempat Final - sumber: (footballespana)

Rayo Vallecano dan AEK Athens Bertemu di Perempat Final - sumber: (footballespana)

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Spanyol bakal panas pada Kamis mendatang saat Rayo Vallecano bersiap menghadapi A.E.K Athens di perempat final kompetisi Eropa. Meski terlihat seperti laga knockout biasa, duel ini menyimpan cerita menarik di balik sejarah kedua tim.

Rayo Vallecano dan A.E.K Athens sama-sama didirikan pada tahun 1924, menjadi simbol kebanggaan komunitas pekerja mereka. Vallecas, tempat asal Rayo, menjadi rumah bagi banyak pekerja Spanyol dari pedesaan, sedangkan Nea Filadelfeia, asal AEK, menjadi tempat berlindung bagi warga Yunani yang mengungsi akibat ‘Bencana Asia Minor’. Lambang klub masing-masing menggambarkan sejarah ini; Rayo dengan lambang Vallecas, sementara AEK mengusung lambang kepala elang ganda dari Kekaisaran Bizantium.

Kedua klub memiliki kelompok pendukung setia, Bukaneros untuk Rayo dan Original 21 untuk AEK, yang terkenal dengan ideologi sayap kiri mereka. Mereka kerap menunjukkan dukungan anti-fasis dan pro-Palestina, mencerminkan semangat fanatik mereka dari divisi bawah hingga pentas Eropa.

Namun, perbedaan mencolok terlihat dalam perjalanan kedua klub. Rayo harus menelan pil pahit dengan empat kali degradasi dalam dua dekade terakhir, sedangkan AEK hanya sekali terdegradasi. Setelah memilih turun ke divisi tiga pada 2013 untuk mengatasi utang, AEK berhasil bangkit, memenangkan liga dua kali, dan mencapai fase utama tiga kompetisi Eropa.

Musim ini, AEK memasuki era baru di bawah pelatih Serbia, Marko Nicolic, setelah perpisahan dengan Matias Almeyda yang mengalami musim buruk sebelumnya. Nicolic berusaha membangun kembali kepercayaan tim dan sukses melaju di kualifikasi Liga Konferensi. Di babak penyisihan grup, mereka finis di posisi ketiga, dua tempat di atas Rayo, memberi mereka keuntungan bermain di kandang pada leg kedua.

AEK juga mendapat keuntungan karena tidak ada jadwal liga di antara dua leg melawan Rayo, berkat libur Paskah Ortodoks. Di Eropa, mereka menunjukkan performa impresif dengan kemenangan tandang melawan Samsunspor dan Fiorentina, serta kemenangan telak 4-0 di Slovenia melawan Celje.

Taktik AEK di bawah Nicolic mengandalkan formasi 4-2-2-2 yang fleksibel, menciptakan kelebihan jumlah di ruang sempit dan membingungkan lawan dengan rotasi posisi. Tim ini juga mengandalkan winger cepat yang bisa mengubah jalannya laga, dengan mantan striker Real Madrid, Luka Jovic, menjadi andalan utama. Jovic, bersama rekrutan Januari Barnabas Varga, telah membentuk duet yang solid di lini depan.

Di sektor pertahanan, AEK beradaptasi dari blok tengah 4-4-2 pasif ke struktur pressing 4-2-4 yang agresif, memungkinkan mereka memaksa lawan melakukan kesalahan. Meski begitu, kelemahan di lini tengah bertahan dan full-back yang kerap kehilangan bola di bawah tekanan bisa menjadi celah yang dieksploitasi Rayo.

Rayo, di bawah asuhan Inigo Perez, memiliki identitas taktis yang jelas meski kurang tajam di lini depan. Jika mereka bisa menekan AEK di kandang sendiri dan mempertahankan ritme permainan yang tinggi, keunggulan AEK bisa diredam.

Pertandingan ini menjanjikan pertarungan seru, antara dua tim yang memandang laga ini sebagai kesempatan langka. Rayo baru menjalani kampanye Eropa kedua mereka, sementara AEK berharap mencapai semifinal Eropa pertama sejak 1977.

Artikel Tag: luka jovic

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/rayo-vallecano-dan-aek-athens-bertemu-di-perempat-final
148
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini