Krisis Schalke, Jochen Schneider: Kami Merugikan Satu Sama Lain

Penulis: Yuni Winata
Jumat 27 Nov 2020, 00:00 WIB
Jochen Schneider bicara tentang krisis Schalke04

Jochen Schneider

Berita Liga Jerman: Tentang krisis yang tengah dialami Schalke, direktur olahraga mereka, Jochen Schneider, menyebut tim mereka saat ini tengah mengkanibalisasi diri sendiri.

Schalke04 saat ini tengah berada dalam krisis serius. Mereka berada diposisi terbawah klasemen sementara Bundesliga, mereka juga baru saja memecat direktur teknik, menskors dua pemain, dan memecat satu pemain mereka.

Dilansir dari SportBild, direktur olahraga Jochen Schneider bahkan mengatakan bahwa klub saat ini tengah merugikan satu sama lain.

“Kami merugikan satu sama lain,” kata Schneider. “Schalke adalah sebuah klub ekstrim, kami saling mencintai saat banyak hal berjalan baik. Saat ini kami saling serang satu sama lain.”

Dalam kesempatan tersebut, Schneider juga bicara tentang banyak hal, termasuk tentang pemutusan kontrak striker veteran, Vedad Ibisevic, dan skorsing Amine Harit dan Nabil Bentaleb.

Tentang Ibisevic, Schneider mengatakan, “Ibisevic menginginkan lebih banyak menit bermain. Kami secara terbuka mendiskusikan masalah itu dalam pembicaraan, akhirnya menyepakati bahwa kerjasama tidak bisa berlanjut seperti yang pernah diharapkan kedua belah pihak.

“Kami tetap berteman. Vedad sudah pergi ke Berlin untuk menemui keluarganya. Dia mengharapkan lebih banyak menit bermain. Pada akhirnya, ini tak berhasil. Kami berpisah dengan baik-baik.”

Tentang skorsing Harit dan Bentaleb, Schneider mengatakan, “Tentu mereka berdua punya peluang untuk kembali. Setiap pemain harus memahami bahwa untuk saat ini semuanya adalah tentang Schalke. Ini adalah tentang memenangkan pertandingan agar kami bisa bermain di divisi top musim ini.

“Ini bukan tentang apa yang dirasakan satu pemain atau administrator. Ini tentang tim. Egoisme harus dihilangkan dari tim, dihilangkan dari klub.”

Artikel Tag: schalke, Jochen Schneider, krisis

804  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini