Kemana Skuad Ajax Amsterdam 1995 sekarang?

Penulis: Datuk Nofri
Senin 07 Mar 2016, 09:42 WIB
Kemana Skuad Ajax Amsterdam 1995 sekarang?

afcajax.pages3d.net

Ligaolahraga.com -

Ligaolahraga - Klub Belanda ini dipenuhi para bintang muda yang kemudian karena aturan Bosman, membuat mereka terpisah karena menyebar ke beberapa klub lain terutama ke klub AC Milan dan Barcelona, dimana dalam dua musim saja, klub Ajax serasa ‘pindah’ ke Barcelona, dimana manajer Louis van Gaal memboyong nyaris semua skuadnya di Ajax ke Barcelona .

Ajax Amsterdam tiba-tiba tampil mengesankan pada pertengahan 1990-an dengan menyajikan Total Football yang telah lama melekat sebagai citra di klub itu. Saat itu Ajax dilatih oleh Louis van Gaal

Paduan gaya sepakbola indah dan menawan dengan kostum bertuliskan iklan sponsor yang tercetak secara vertical membuat penampilan mereka asyik dilihat.

Klub Belanda ini dipenuhi para bintang muda yang kemudian karena aturan Bosman, membuat mereka terpisah karena menyebar ke beberapa klub lain terutama ke klub AC Milan dan Barcelona, dimana dalam dua musim saja, klub Ajax serasa ‘pindah’ ke Barcelona, dimana manajer Louis van Gaal memboyong nyaris semua skuadnya di Ajax ke Barcelona .

Berikut nama-nama pemain Ajax Amsterdam yang berhasil menegakkan kembali charisma klub itu seperti yang telah dibangun dan dikembangkan oleh para senior mereka, Johan Cruyff, Marco van Basten dan lain-lain.

Penjaga Gawang

Edwin van der Sar

Memiliki peluang untuk menggantikan Peter Schmeichel di Manchester United pada 1999, tetapi justru pindah ke Juventus.

Setelah dua musim yang mengecewakan di Italia, dia kemudian hijrah ke klub promosi di Liga Inggris, Fulham sebelum akhirnya hijrah ke Old Trafford pada 2005.

Van der Sar memenangkan empat kali juara liga dan Liga Champions selama enam musim yan sukses di skuad Setan Merah.

Dia sekarang menjabat sebagai direktur pemasaran Ajax.

Pertahanan

Michael Reiziger

Pemain belakang yang setahun kemudian pindah ke AC Milan, dan setahun berikutnya diboyong ke Camp Nou oleh Van Gaal.

Reiziger memenangkan dua gelar juara liga dan satu Copa del Rey selama tujuh tahun berkiprah di sepakbola Spanyol sebelum  akhirnya bergabung dengan klub Inggris, Middlesbrough pada 2004.

Dia kemudian kembali ke Belanda dan membela PSV Eindhoven, dimana dia ikut serta memenangkan dua gelar juara di Belanda.

Danny Blind

Kapten kesebelasan dan ayah dari pemain Manchester United sekarang, Daley Blind.

Gantung sepatu empat tahun kemudian, pada 1999, pada usia 38 tahun.

Sekarang ia menjabat sebagai manajer tim nasional Belanda yang gagal tampil di putaran final Euro 2016.

Frank Rijkaard

Pemain senior di klub Ajax waktu itu.

Laga final Liga Champions melawan mantan klubnya AC Milan di Wina, Austria tersebut merupakan terakhir kalinya ia membela Ajax. Dia menjadi pemain yang tiga kali mengangkat piala Liga Champions setelah dua kali memenangkannya bersama AC Milan.    

Dia kemudian menjadi manajer tim nasional Belanda dengan prestasi menjadi semifinalis Euro 2000 sebelum bergabung dengan Barcelona yang diberikannya dua gelar juara La Liga dan satu gelar juara Liga Champions pada 2006.

Setelah itu dia melatih di Galatasaray, Turki dan tim nasional Arab Saudi.

Frank de Boer

Saat laga final di Wina, dia telah menjadi anggota skuad utama Ajax selama tujuh musim.

De Boer kemudian bergabung dengan Barca pada 1999, dimana dia memenangkan satu gelar juara La Liga. Tahun berikutnya di bergabung dengan Galatasaray, kemudian di hijrah ke Glasgow Rangers, Skotlandia pada 2004 sebelum mengakhiri karirnya di Qatar.

Dia sekarang menjabat sebagai manajer Ajax dan telah memberikan empat gelar juara  Eredivisie.

Pemain Lapangan Tengah

Clarence Seedorf

Anggota skuad yang paling sukses.

Seedorf menjadi pemain  pertama yang memenangkan empat kali juara Liga Champions untuk tiga klub yang berbeda dimana dia meraihnya bersama Milan pada 2003 dan 2007, setelah juga meraihnya bersama Real Madrid pada 1998. dia tetap tinggal di Italia hingga 2012 sebelum mengakhiri karirnya sebagai pemain di Brazil. Seedorf sempat menjadi manajer di AC Milan pada 2014.

Edgar Davids

Pemain lainnya yang bergabung dengan skuad Fabio Capello di Milan, dan meraih sukses justru di klub rival AC Milan di Liga Serie-A, Juventus setahun kemudian. Dia bermain bersama klub Turin itu selama tujuh musim sebelum bergabung ke Barcelona pada 2004 dengan status sebagai pemain pinjaman.  

Davids kemudian hijrah ke Tottenham Hotspur dan bermain selama dua musim sebelum kembali ke Ajax dan kembali lagi ke Inggris untuk bermain bersama Crystal Palace dan Barnet.

Jari Litmanen

Pemain bintang asal Finlandia yang bersinar bersama skuad Louis van Gaal pada usia 23 tahun. Dia menjadi pemain kunci klub Ajax hingga sampai ke laga final Liga Champions di Wina.

Litmanen meraih perolehan suara ketiga terbanyak untuk memenangkan Ballon d’Or 1995. Dia kalah dari George Weah dan Jurgen Klinsmann.

Dia juga menjadi pemain yang diboyong Louis van Gaal ke Barcelona pada 1999,dua tahun kemudian dia bergabung bersama Liverpool dimana dia memberi kontribusi meraih juara Piala Cup, Piala Liga dan Piala UEFA.

Setelah hanya satu musim bermain di Liverpool, dia kemudian bertualang hingga ke tujuh klub termasuk kembali ke Ajax dan satu musim bermain bersama Fulham, sebelum gantung sepatu pada 2011.

Dia mungkin menjadi pemain terbesar yang pernah dimiliki Finalndia.  

Penyerang

Finidi George

Pemain Nigeria yang meraih delapan gelar juara selama tiga musim memperkuat klub ibu kota Belanda itu.

Dia kemudian hijrah ke Spanyol pada 1996 untuk bermain bersama Real Mallorca dan Real Betis, sebelum hijrah ke klub promosi Liga Primer Inggris, Ipswich pada 2000.

Namun dia gagal membuat Ipswich bertahan di Liga Primer setahun kemudian dan kembali ke Spanyol sebelum dia mengakhiri karirnya pada 2004.

Marc Overmars

Pemain sayap yang kemudian bermain bersama skuad Arsenal pada 1997 dimana dia sukses memberikan dua gelar bagi skuad Arsene Wenger. 

Dia juga akhirnya diboyong oleh Louis van Gaal ke Barcelona pada tahun 2000.

Overmars gagal mempersembahkan piala selama empat tahun berkarir di Liga Spanyol. Dia akhirnya kembali ke Belanda dan bermain bersama Go Ahead Eagles Deventers.

Dia kini menjabat sebagai direktur sepakbola Ajax.

Ronald de Boer

Saudara kembar dari Frank, Ron bermain juga dimainkan di laga final Wina.

Hijrah bersama kembarannya ke Barca pada 1999.

Tetapi hanya bermain satu musim membela Barca untuk kemudian bertualang ke Rangers dan sekali lagi pada tahun 2004, kembali bermain bersama saudaranya.

Ron kemudian menyelesaikan karirnya di Qatar.

Artikel Tag: liga eropa, Liga Belanda, Legenda, Ajax Amsterdam, Jari Litmanen

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kemana-skuad-ajax-amsterdam-1995-sekarang
13047  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini