Faktor-Faktor Yang Sebabkan Penolakan Dan Hurley Untuk Menukangi Lakers

Penulis: Hanif Rusli
Selasa 11 Jun 2024, 20:15 WIB
Keputusan Dan Hurley untuk tidak memanfaatkan tawaran Lakers untuk meningkatkan gajinya di UConn menunjukkan niat tulus dan kesiapannya untuk perannya saat ini. (Foto: AP)

Keputusan Dan Hurley untuk tidak memanfaatkan tawaran Lakers untuk meningkatkan gajinya di UConn menunjukkan niat tulus dan kesiapannya untuk perannya saat ini. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Keputusan Dan Hurley untuk menolak tawaran enam tahun senilai $70 juta dari Los Angeles Lakers dan memilih tetap menjadi pelatih kepala di UConn tidak terduga oleh banyak pihak, termasuk analis ESPN Adrian Wojnarowski, yang menjelaskan faktor-faktor di balik pilihan tersebut.

Pertama, Dan Hurley memiliki kesempatan unik di UConn untuk meraih prestasi langka dalam bola basket perguruan tinggi.

Ia berpeluang memenangkan tiga kejuaraan nasional berturut-turut, sebuah prestasi yang terakhir kali diraih oleh tim UCLA asuhan John Wooden pada tahun 1970-an. Kesempatan bersejarah ini memainkan peran penting dalam keputusannya untuk tetap berada di UConn.

Kedua, Hurley melakukan studi mendalam tentang persyaratan dan penyesuaian yang diperlukan untuk transisi dari perguruan tinggi ke kepelatihan NBA.

Terlepas dari kemampuannya yang mengesankan dalam pengembangan pemain dan pembangunan program, ia menyadari bahwa NBA menuntut temperamen dan rutinitas latihan yang berbeda, dan ia belum siap untuk perubahan tersebut.

Seperti yang dikatakan Woj, “Pada akhirnya Dan Hurley belum siap untuk melakukan itu.”

Tawaran Lakers, meskipun cukup besar dengan gaji hampir $12 juta per tahun, tidak cukup untuk menggoyahkannya. Sebaliknya, Hurley telah menegosiasikan kontrak baru dengan UConn, yang dilaporkan bernilai lebih dari $8 juta per tahun, yang membuatnya tetap menjadi salah satu pelatih bola basket perguruan tinggi dengan bayaran tertinggi.

Lakers, di sisi lain, melihat potensi dalam kemampuan Hurley untuk menjalin hubungan yang kuat dengan para pemain dan ketajaman strateginya. Terlepas dari kualitas-kualitas ini, mereka juga mengambil risiko dengan bertaruh pada kemampuannya untuk bertransisi dengan lancar ke NBA.

Keputusan Hurley untuk tidak memanfaatkan tawaran Lakers untuk meningkatkan gajinya di UConn menunjukkan niat tulus dan kesiapannya untuk perannya saat ini, bukan karena didorong oleh insentif finansial. “Tidak pernah ada kejadian di hari-hari terakhir ini di mana Dan Hurley mengatakan kepada Lakers, ‘Hei, jika Anda mencapai angka ini, saya akan datang,’” jelas Woj.

Analis ESPN, Zach Lowe, menunjukkan bahwa pekerjaan Lakers, terlepas dari prestisenya, memiliki tantangan yang signifikan. "Pekerjaan Lakers bukanlah pekerjaan yang mudah. Mereka adalah tim play-in hampir setiap tahun dalam sebuah konferensi yang semakin membaik di sekeliling mereka,” kata Lowe.

Tim ini telah menjadi penantang turnamen “play-in” dalam beberapa tahun terakhir, dan dengan LeBron James yang hampir mencapai usia 40 tahun, masa depan mereka tidak menentu. Wilayah Barat menjadi semakin kompetitif, dan masa depan Lakers di luar LeBron masih belum jelas.

Tren historis pergantian pelatih yang sering terjadi di LA juga menimbulkan risiko bagi keamanan pekerjaan, membuat posisi ini kurang menarik meskipun gajinya tinggi. “Setiap pelatih akan dipecat... dua, tiga tahun ke depan mereka akan dipecat,” kata Lowe.

Kecenderungan Dan Hurley untuk bertahan di UConn juga sejalan dengan gaya dan filosofi kepelatihannya saat ini. Bola basket perguruan tinggi memungkinkannya untuk memiliki kontrol lebih besar dalam perekrutan dan pengembangan pemain, yang akan sangat berbeda di NBA.

Komitmennya untuk membangun kesuksesannya di UConn dan mempertahankan budaya kejuaraan menyoroti preferensinya terhadap lingkungan yang stabil dan bermanfaat dibandingkan dengan sifat kepelatihan NBA yang tidak menentu dan penuh tuntutan.

“Di level NBA, banyak hal yang berada di luar kendali Anda... dia sudah siap untuk melakukan apa yang dia lakukan saat ini,” ujar analis lainnya, Tim Legler.

Bagi Lakers, ini berarti kembali ke daftar kandidat awal mereka, yang mencakup James Borrego, mantan pelatih kepala Charlotte, dan Kenny Atkinson, seorang asisten Golden State Warriors.

Lakers bertujuan untuk menyelesaikan keputusan kepelatihan mereka sebelum draft NBA pada 26 Juni. Seperti yang dilaporkan Woj, “Tujuan mereka di LA adalah untuk memiliki seorang pelatih sebelum draft.”

Singkatnya, keputusan Dan Hurley untuk menolak Lakers menggarisbawahi komitmennya kepada UConn dan kesempatan unik untuk membuat sejarah dengan kejuaraan nasional lainnya. Lakers, meskipun kecewa, akan terus mencari pelatih kepala baru untuk menghadapi tantangan masa depan tim.

Artikel Tag: Dan Hurley

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/faktor-faktor-yang-sebabkan-penolakan-dan-hurley-untuk-menukangi-lakers
751  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini