Waduh! BWF Tetap Tidak Akan Beri Hadiah Uang di Kejuaraan Dunia

Penulis: Yusuf Efendi
Rabu 03 Jun 2020, 11:15 WIB
Waduh! BWF Tetap Tidak Akan Beri Hadiah Uang di Kejuaraan Dunia

Thomas Lund/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Tampaknya tidak adil bahwa tidak ada hadiah uang yang ditawarkan kepada mereka yang menjadi juara dunia, tetapi setiap sen yang dihasilkan dari Kejuaraan Dunia yang bernilai jutaan dolar dikembalikan kepada para pemain dengan cara yang berbeda.

Sekretaris Jenderal Federasi Badminton Dunia (BWF) Thomas Lund, membantah klaim bahwa para pemain tak meraih manfaat, memberikan jaminan bahwa semua pendapatan akan dikembalikan kepada para pemain.

Lund mengatakan sudah menjadi tradisi badan dunia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia tahunan, tanpa uang hadiah sejak awal turnamen pada tahun 1977.

BWF juga tidak menawarkan hadiah uang untuk Kejuaraan Piala Thomas dan Uber, Piala Sudirman, dan Kejuaraan Dunia Junior.

Pekan lalu, legenda tunggal putra Malaysia, Rashid Sidek meminta BWF untuk memberikan apa yang seharusnya diberikan kepada para pemain dengan menawarkan hadiah uang untuk Kejuaraan Dunia dan kejuaraan beregu utama.

Rashid mengatakan itu adalah hak untuk memberikan kembali kepada para pemain karena badan dunia menghasilkan pendapatan US $ 25,1 juta (RM110 juta) atau berkisar 376 miliar rupiah dari turnamen dan kompetisi Open mereka.

“BWF memiliki dua sumber utama untuk pendapatan yakni turnamen dan subsidi yang diberikan oleh IOC (Komite Olimpiade Internasional). Untuk siklus Olimpiade tahun ini (empat tahun), kami menerima US $ 17 juta atau berkisar 255 miliar rupiah," kata Lund.

“Penghasilannya digunakan untuk pengembangan keseluruhan kompetisi. Pengembangan mencakup segala hal di setiap tingkatan, mulai dari mengembangkan pemain top hingga menjadi tuan rumah turnamen, pemasaran, komunikasi, produksi televisi, penelitian, pengembangan di benua. Ini adalah dolar-ke-dolar untuk olahraga."

“Kejuaraan Dunia tidak pernah memiliki hadiah uang. Ini sama dengan Olimpiade tetapi pendapatan kembali setiap sen untuk para pemain. Kami menyelenggarakan turnamen World Tour yang menguntungkan, yang merupakan bagian terbesar dari kompetisi kami," tambahnya.

Finals World Tour tahunan menawarkan hadiah uang terbesar yakni total US $ 1,5 juta (RM6,547,500) atau berkisar 22,5 miliar rupiah.

Lund mengakui bahwa biaya operasi kantor pusat mereka di Kuala Lumpur telah meningkat dibandingkan dengan ketika London selama hampir dua dekade karena mereka telah tumbuh menjadi organisasi besar.

“Tidak adil membandingkan dengan apa yang kami miliki beberapa dekade lalu. Ketika saya datang ke KL, saya hanya memiliki delapan hingga sembilan staf tetapi kami sekarang memiliki 42 staf, karena organisasi kami dijalankan secara profesional di semua tingkatan,” kata Lund.

“Kami memiliki klien dan pelanggan yang lebih besar untuk dilayani. Kami masih jauh tertinggal di belakang sepak bola dan tenis, tetapi kami sedang berupaya mempersempit jarak,” jelasnya.

Pada kalender kompetisi untuk para pemain, yang direvisi setelah semua kegiatan olahraga mereka ditangguhkan sejak All England pada bulan Maret, Lund mengharapkan dukungan dari semua pihak.

"Total 25 turnamen kualifikasi Olimpiade dari tingkat ketiga ke tingkat atas terpengaruh dan kami telah memindahkannya ke antara Januari dan April tahun depan," katanya.

“Saya mengerti jadwalnya ketat tetapi saya berharap para pemain melihat ini sebagai kesempatan untuk memulihkan mata pencaharian mereka. Kami sangat mementingkan kesehatan pemain, tetapi kami harus membuat rencana."

“Kami membutuhkan dukungan dan semua untuk bertahan agar ekosistem kembali normal. Agar pemain berkompetisi, tuan rumah menyelenggarakan turnamen, agar sponsor kembali. Bersama-sama, kita semua bisa membuatnya bekerja," tegas Lund.

Artikel Tag: Thomas Lund, BWF, kejuaraan dunia, World Tour

527  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini