Pemerintah Larang Impor Dari China, Pasokan Peralatan Bulutangkis Terhenti

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 14 Sep 2020, 21:15 WIB
India Hentikan Impor Shuttlecock Dari China

Pembuatan Shuttlecock/[Foto:SinaSports]

Berita Badminton : Karena keputusan pemerintah India yang melarang impor dari China, pasokan sarana bulu tangkis India saat ini terputus.

Menurut pemberitaan media India, banyak distributor di India yang mengatakan bahwa stok perlengkapan olah raga ini sedang dikebut. Padahal, keadaan ini sudah dimulai sejak Juli silam.

Seorang distributor mengatakan pengisian terakhirnya dilakukan pada Juni lalu.

"90% alat bulu tangkis dunia dibuat di China, dan pembelian bahan bakunya pada dasarnya dari sana juga. Ini sebenarnya monopoli. Karena pemerintah India saat ini melarang impor, sehingga untuk bulu tangkis pada dasarnya tidak bisa disuplai," kata seorang distributor perlengkapan alat olah raga di India.

Pelatih kepala tim nasional India, Pullela Gopichand mengatakan bahwa, jika situasi ini tidak diperbaiki, pelatihan di tim nasional India akan terpengaruh.

"Kami belum menerima shuttlecock untuk Piala Thomas dan Uber. Kami menggunakan inventaris sekarang. Jika kami tidak bisa mendapatkan shuttlecock baru di masa depan, latihan akan dihentikan," ungkap Gopichand.

Banyak akademi badminton dan akademi pelatihan di India saat ini didukung oleh inventaris dan shuttlecock lama, atau mencari sejumlah kecil agen pembelian di luar negeri, tetapi ini jelas bukan solusi untuk masalah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa hubungan antara India dan China memanas setelah pada Juni lalu kedua tentara mereka terlibat bentrokan di perbatasan yang mengakibatkan sedikitnya dua puluh tentara India terbunuh di Lembah Galwan.

Akibat insiden itu, India memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dagang dengan Tiongkok termasuk pembatasan perjalanan dari dan menuju negara tersebut.

Artikel Tag: India, China, Shuttlecock

8541  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini