Willy Hutchinson Bidik Gelar Dunia WBC Satu Dekade Usai Juara Amatir

Willy Hutchinson (kanan) dan Joshua Buatsi. (Foto: Fight TV)
Willy Hutchinson berpeluang melengkapi perjalanan satu dekade karier tinjunya dengan merebut gelar dunia profesional saat menghadapi Joshua Buatsi dalam perebutan sabuk kelas berat ringan WBC yang lowong di AO Arena, Manchester, Sabtu (7/11).
Petinju asal Carstairs, Skotlandia, itu akan menjalani pertandingan ulang melawan Buatsi setelah pertemuan pertama mereka pada September 2024 berakhir dengan kekalahan angka terbelah bagi Hutchinson.
Kali ini, petinju berusia 28 tahun tersebut yakin dapat membalikkan hasil sekaligus mewujudkan impian yang telah diperjuangkannya sejak kecil.
Hampir tepat 10 tahun sebelumnya, Hutchinson meraih medali emas Kejuaraan Dunia Tinju Remaja AIBA 2016 di St. Petersburg, Rusia.
Dia mengalahkan petinju Kazakhstan, Bek Nurmaganbet, dalam pertandingan final. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan amatirnya.
"Saya mulai bertinju pada usia sembilan tahun, menjalani pertandingan eksibisi pertama pada usia 10 tahun, dan pertarungan resmi pertama pada usia 11 tahun. Saya menjadi juara Eropa pada usia 16 tahun dan juara dunia amatir pada usia 18 tahun. Sekarang saya berusia 28 tahun. Sepuluh tahun kemudian, pada bulan yang sama, saya mendapat kesempatan bertarung untuk gelar juara dunia WBC," kata Willy Hutchinson kepada The Ring.
Setelah beralih menjadi petinju profesional, Hutchinson bergabung dengan sasana Ingle Gym di Sheffield.
Di sana, dia berlatih bersama sejumlah petinju ternama seperti Kell Brook, Billy Joe Saunders, Kid Galahad, Liam Williams, Robbie Davies Jr., dan Yves Ngabu.
Namun, tekanan untuk menyamai pencapaian para petinju berpengalaman tersebut sempat memengaruhi perkembangannya.
Pada Maret 2021, dia bahkan mengalami kekalahan mengejutkan melalui TKO ronde kelima dari Lennox Clarke dalam perebutan gelar Inggris kelas menengah super.
Hutchinson mengakui sering memberikan tekanan berlebihan kepada dirinya sendiri ketika masih muda.
Seiring bertambahnya usia, dia mulai menemukan keseimbangan kehidupan di luar tinju dan menjadi lebih konsisten dalam menjalani karier.
Kebangkitannya terlihat ketika mengalahkan Craig Richards pada Juni 2024 dalam ajang pertarungan antarpromotor Queensberry melawan Matchroom.
Hasil tersebut membuka jalan menuju duel pertama dengan Buatsi, ketika Hutchinson dua kali bangkit setelah terjatuh sebelum akhirnya kalah melalui keputusan angka terbelah.
Sejak pertemuan tersebut, keduanya telah menjalani dua pertarungan.
Willy Hutchinson meraih kemenangan meyakinkan atas Mark Jeffers dan Ezra Taylor, sedangkan Buatsi kehilangan rekor tak terkalahkan setelah kalah dari mantan juara kelas menengah super Callum Smith.
Buatsi kemudian menang angka mayoritas atas Zach Parker.
Hutchinson kini menempati peringkat ketujuh kelas berat ringan versi The Ring, sementara Buatsi berada di posisi kelima.
Meski demikian, Willy Hutchinson sangat percaya diri menghadapi pertandingan ulang tersebut.
"Saya mempersiapkan diri menghadapi versi terbaik Buatsi. Pada 7 November, dia tidak punya peluang. Saya yakin bisa mengalahkannya dengan mudah," tegasnya.
Artikel Tag: joshua buatsi, willy hutchinson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/willy-hutchinson-bidik-gelar-dunia-wbc-satu-dekade-usai-juara-amatir
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini