Zach Parker Jadikan Duel Kontra Dzambekov sebagai Ajang Kebangkitan

Zach Parker (kiri) dan Umar Dzambekov. (Foto: Fight TV)
Zach Parker bertekad meraih kemenangan meyakinkan atas petinju tak terkalahkan Umar Dzambekov dalam ajang Zuffa Boxing di Copper Box Arena, London, Sabtu (7/11).
Petinju Inggris itu ingin membuktikan kualitasnya setelah menjalani masa sulit selama lebih dari setahun akibat kekalahan kontroversial dari Joshua Buatsi.
Pertarungan tersebut akan menjadi penampilan pertama Parker sejak dikalahkan Buatsi melalui keputusan angka terbelah pada November tahun lalu.
Saat itu, Parker merasa telah memenangi duel di Manchester dan banyak pihak juga memiliki penilaian serupa. Namun, dua dari tiga juri memberikan kemenangan kepada Buatsi dengan skor 96-94.
Absennya Zach Parker dari ring berlangsung selama 371 hari. Ironisnya, kedua petinju akan kembali bertanding pada Sabtu, tetapi di lokasi berbeda.
Buatsi menghadapi Willy Hutchinson dalam perebutan gelar kelas berat ringan WBC di Manchester, sedangkan Parker tampil menghadapi Dzambekov dalam partai pendahuluan Zuffa Boxing.
Parker mengaku situasi tersebut terasa janggal. Dia sempat melontarkan kritik melalui media sosial ketika pertarungan perebutan gelar dunia Buatsi melawan Hutchinson diumumkan.
Menurutnya, Hutchinson pernah membatalkan pertarungan melawannya hanya empat hari sebelum jadwal, sementara Buatsi merupakan petinju yang diyakininya telah dia kalahkan.
Meski sempat merasa kecewa, Zach Parker kini memilih memusatkan perhatian pada kariernya sendiri.
"Awalnya memang sangat membuat frustrasi dan terasa seperti pukulan telak. Namun, sekarang saya berpikir bahwa semuanya memang sudah terjadi. Kita harus menerima masa baik dan buruk dengan sikap yang sama. Saya hanya perlu fokus pada diri sendiri," katanya.
Kekalahan tersebut turut memengaruhi kondisi finansial Parker.
Kontraknya bersama Queensberry Promotions berakhir pada Juni, sehingga dia harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Petinju berusia 32 tahun itu bekerja paruh waktu di proyek konstruksi bersama kakaknya yang berprofesi sebagai tukang plester. Parker mengaku telah menghabiskan sekitar 40 hari bekerja di lokasi pembangunan.
Dia biasanya berlari sebelum kakaknya menjemput sekitar pukul 07.30. Pekerjaan kemudian berlangsung hingga pukul 15.00 atau 16.00.
Aktivitas fisik tersebut membuatnya tetap bugar sekaligus membantu menjaga pikirannya selama masa sulit.
Zach Parker (26-2, 18 KO), yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Sauerland dan Queensberry, merasa kondisi fisiknya justru lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Meski mulai merasa sebagai petinju senior setelah lama berkarier, dia yakin masih berada dalam masa terbaiknya.
"Saya merasa secara fisik lebih baik daripada sebelumnya. Saya masih berusia awal 30-an dan merasa sedang memasuki masa puncak. Sabtu malam adalah kesempatan untuk membuat pernyataan dan mengingatkan orang-orang tentang kemampuan saya," ujarnya.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/zach-parker-jadikan-duel-kontra-dzambekov-sebagai-ajang-kebangkitan


















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini