Tak Hanya Ali, Canelo Alvarez Juga Kagumi Legenda Tinju Ini

Canelo Alvarez
Berita Tinju - Saul Canelo Alvarez kembali menarik perhatian dunia tinju setelah mengungkap daftar empat petinju yang dianggapnya sebagai yang terbaik sepanjang masa. Selain Muhammad Ali, Sugar Ray Robinson, dan Julio Cesar Chavez, Canelo memasukkan nama Gilberto Roman, sosok yang mungkin tidak sepopuler legenda lainnya di mata penggemar generasi sekarang.
Pilihan tersebut diungkap Canelo saat tampil dalam wawancara bersama The Ariel Helwani Show. Ketika diminta menyebut versi pribadinya mengenai "Mount Rushmore" dunia tinju, petinju asal Guadalajara itu tanpa ragu menyebut empat nama tersebut.
"Muhammad Ali, Sugar Ray Robinson, Gilberto Roman, dan Julio Cesar Chavez," kata Canelo.
Nama Gilberto Roman menjadi sorotan karena jarang muncul dalam perdebatan mengenai petinju terhebat sepanjang masa. Namun bagi Canelo, Roman memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar prestasi di atas ring.
Gilberto Roman merupakan mantan juara dunia kelas terbang super yang dua kali merebut gelar WBC pada era 1980 hingga awal 1990 an. Petinju berjuluk El Chaparral itu dikenal berkat teknik bertahan yang sangat rapi, kemampuan membaca serangan lawan, serta gaya bertinju yang efisien. Banyak pengamat menilai Roman sebagai salah satu petinju defensif terbaik yang pernah dimiliki Meksiko.
Canelo Alvarez mengaku mulai mengenal Roman sejak masih berlatih di bawah arahan Eddy Reynoso. Sang pelatih kerap memberikan rekaman pertarungan Roman agar dipelajari sebagai bagian dari proses pembentukan teknik bertinjunya.
Berkat kebiasaan tersebut, Canelo tumbuh dengan kekaguman terhadap Roman dan beberapa kali menyebutnya sebagai salah satu inspirasi terbesar dalam karier profesionalnya.
Sayangnya, karier Roman berakhir terlalu cepat. Ia meninggal dunia pada 1990 dalam usia 29 tahun akibat kecelakaan lalu lintas, hanya beberapa bulan setelah kehilangan gelar juara dunia. Meski usianya singkat, warisannya tetap dikenang sebagai salah satu petinju terbaik yang pernah menghiasi divisi 115 pon.
Sementara itu, Canelo sendiri tengah mempersiapkan laga penting melawan Christian Mbilli pada 31 Oktober. Duel tersebut akan memperebutkan gelar juara dunia WBC kelas menengah super yang sebelumnya lepas dari tangannya setelah kalah dari Terence Crawford.
Apabila mampu mengalahkan Mbilli, Canelo Alvarez berpeluang kembali menjadi juara dunia di divisi 168 pon dan semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu petinju terbaik pada era modern. Namun, di balik seluruh pencapaiannya, ia tetap menempatkan Gilberto Roman sebagai salah satu sosok yang paling berjasa membentuk pandangannya tentang seni bertinju.
Artikel Tag: saul canelo alvarez, canelo Álvarez, muhammad ali, sugar ray robinson, julio cesar chavez
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/tak-hanya-ali-canelo-alvarez-juga-kagumi-legenda-tinju-ini

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini