Pernah Merasa Lebih Hebat dari Muhammad Ali, Naseem Hamed Berubah Pikiran

Naseem Hamed
Berita Tinju - Naseem Hamed dikenal sebagai salah satu petinju paling menghibur dalam sejarah tinju. Gaya bertarungnya yang unik, kecepatan, gerakan kaki, kekuatan pukulan, serta aksi provokatif sebelum pertandingan membuat sosok berjuluk Prince Naz tersebut menjadi salah satu bintang terbesar pada era kejayaannya.
Hamed tidak hanya mengandalkan kemampuan di atas ring. Kepercayaan diri yang sangat tinggi dan kebiasaannya melakukan aksi teatrikal menjelang maupun selama pertandingan membuat dirinya menjadi figur yang selalu menarik perhatian. Sebagian penggemar mengaguminya, sementara sebagian lainnya menganggap sikap tersebut terlalu arogan.
Namun, hampir semua orang menyaksikan ketika Hamed mendominasi kelas bulu pada akhir 1990 an. Petinju asal Inggris tersebut berhasil mengoleksi gelar WBO, IBF, dan WBC, sekaligus membantu meningkatkan popularitas kelas bulu di Inggris melalui sejumlah pertarungan besar yang disiarkan secara pay per view.
Karier Hamed kemudian mengalami titik balik ketika menghadapi legenda Meksiko, Marco Antonio Barrera, pada April 2001. Dalam pertarungan tersebut, Hamed harus menerima kekalahan pertama sekaligus satu satunya dalam karier profesionalnya. Barrera mampu meredam gaya agresif Hamed dan mengungguli lawannya melalui strategi serta pertarungan teknis.
Hamed hanya kembali bertarung satu kali setelah kekalahan tersebut. Ia mengalahkan Manuel Calvo melalui keputusan angka pada 2002, sebelum akhirnya meninggalkan ring dalam usia 28 tahun. Cedera tangan kemudian disebut sebagai salah satu alasan utama di balik keputusan pensiunnya.
Kini, Naseem Hamed kembali menjadi sorotan setelah memberikan pandangannya mengenai petinju terbesar sepanjang sejarah. Dalam wawancara dengan BBC Sport, ia memberikan penghormatan khusus kepada Muhammad Ali.
“Ali adalah GOAT (petinju terbaik sepanjang masa) yang sesungguhnya, GOAT yang paling utama. Sekali lagi, dia adalah GOAT terbaik,” ujar Hamed.
Pernyataan tersebut terasa menarik karena Hamed sendiri pernah memiliki pandangan yang jauh lebih berani mengenai posisinya dalam sejarah tinju. Hampir tiga dekade lalu, ia pernah memprediksi bahwa dirinya akan dikenang sebagai petinju yang lebih hebat daripada Muhammad Ali.
Kini, setelah perjalanan panjang dalam karier dan kehidupannya di luar ring, Hamed justru menempatkan Ali di posisi tertinggi.
Ali memang memiliki warisan yang sulit ditandingi. Ia merupakan satu satunya petinju yang berhasil menjadi juara dunia kelas berat linear sebanyak tiga kali. Kemenangan atas Sonny Liston, Joe Frazier, dan George Foreman juga menjadi bagian dari rangkaian pertarungan paling ikonik dalam sejarah olahraga tersebut.
Bagi Naseem Hamed, penilaian terhadap Muhammad Ali tampaknya telah berubah seiring berjalannya waktu. Dari sosok yang dahulu berani memproyeksikan dirinya sebagai salah satu petinju terbesar, kini Hamed justru mengakui bahwa Ali berada di level yang berbeda dan layak menyandang status GOAT.
Artikel Tag: muhammad ali, kelas bulu, naseem hamed, heavyweight
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/pernah-merasa-lebih-hebat-dari-muhammad-ali-naseem-hamed-berubah-pikiran
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini