Shakur Stevenson Berkuasa di Puncak, Tapi Terus Buru Tantangan Lebih Besar

Shakur Stevenson berpose dengan sabuk juara yang dia rebut dari Teofimo Lopez Jr. (Foto: Fight TV)
Shakur Stevenson kembali menegaskan dominasinya di dunia tinju, tetapi alih-alih berpuas diri, petinju asal Amerika Serikat itu justru semakin lantang mencari tantangan yang lebih berat.
Kemenangan mutlaknya atas Teofimo Lopez Jr untuk merebut gelar kelas welter junior WBO di Madison Square Garden, New York, menjadi penanda bahwa Stevenson kini telah memisahkan diri dari para rival seangkatannya.
Di hadapan 21.324 penonton, Stevenson menampilkan performa nyaris sempurna, layaknya “no-hitter” dalam bisbol.
Ia hanya kehilangan satu ronde di seluruh kartu juri, sebuah bukti kesenjangan skill yang begitu jelas meski ia harus naik kelas dan menghadapi lawan dengan keunggulan ukuran tubuh.
Pada usia 28 tahun, Stevenson kini menyandang status juara dunia di empat divisi dan telah “menumbangkan satu raja” dari generasi petinju elite yang sebelumnya dijuluki versi baru “Four Kings”.
Stevenson mengaku kesabarannya akhirnya terbayar. Selama ini ia merasa sulit mendapatkan lawan yang benar-benar bersedia menghadapi dirinya.
Lopez menjadi orang yang “mengambil umpan” itu, dan harus membayar mahal di atas ring.
Kini, dengan rekor sempurna 25-0 (11 KO), Shakur Stevenson tidak lagi berada di posisi harus mengalah atau “menjual murah” dirinya demi mendapatkan laga besar.
Pertanyaan berikutnya adalah arah kariernya. Secara logis, Stevenson bisa mengejar status undisputed di kelas 140 pound dengan menghadapi para pemegang sabuk lainnya.
Namun, pertarungan-pertarungan tersebut dinilai tidak terlalu menambah nilai warisan kariernya karena ia akan kembali menjadi favorit besar.
Shakur Stevenson justru cenderung mencari duel yang membuatnya terlihat berada dalam posisi kurang diunggulkan.
Nama Conor Benn pun muncul sebagai target mengejutkan.
Meski bukan juara dunia, keberanian Benn naik dua kelas untuk mengalahkan Chris Eubank Jr. membuat Stevenson tertarik.
Ia secara terbuka menantang Benn, bahkan meminta klausul rehidrasi yang sama, demi menciptakan pertarungan besar yang menyita perhatian publik.
Bagi Stevenson, warisan karier bukan semata soal jumlah sabuk juara. Ia percaya penggemar lebih mengingat tantangan besar ketimbang gelar.
Itulah sebabnya ia juga membuka peluang naik ke kelas 147 bahkan 154 pound, dengan nama-nama seperti Devin Haney atau Ryan Garcia masuk dalam radar.
Saat ini, Shakur Stevenson bukan lagi sekadar pemburu, melainkan sosok yang hampir tak tersentuh di level seimbang. Untuk terus berkembang, ia harus sengaja mencari rintangan yang lebih tinggi.
Melihat performanya sejauh ini, satu pertanyaan besar pun muncul: siapa yang mampu menghentikannya? Untuk saat ini, jawabannya tampak belum ada.
Artikel Tag: Shakur Stevenson, conor benn
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/shakur-stevenson-berkuasa-di-puncak-tapi-terus-buru-tantangan-lebih-besar























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini