Pelatih Shakur Stevenson Ungkap Kesalahan Terbesar Teofimo Lopez Jr

Shakur Stevenson (kiri) mengendalikan pertarungan sejak ronde awal dan menang 11 ronde berbanding satu di kartu juri. (Foto: Fight TV)
Pelatih Shakur Stevenson, Wali Moses, menilai kekalahan Teofimo Lopez Jr bukan semata karena keunggulan teknik lawannya, melainkan akibat kesalahan mendasar dalam strategi.
Menurut Moses, setiap petinju wajib memiliki rencana cadangan di atas ring, sesuatu yang tidak ditunjukkan Lopez saat menghadapi Stevenson pada Sabtu (31/1) malam lalu.
Dalam laga utama The Ring 6 di Madison Square Garden, New York, Shakur Stevenson tampil dominan dan meraih kemenangan angka yang nyaris sempurna.
Ia mengendalikan pertarungan sejak ronde awal dan menang 11 ronde berbanding satu di kartu juri.
Kemenangan tersebut mengantarkan Stevenson merebut gelar dunia utama di divisi keempat sepanjang kariernya.
Shakur Stevenson berhasil mematikan serangan Lopez dengan jab yang kaku dan konsisten. Data CompuBox mencatat ia mendaratkan 165 pukulan, termasuk rekor pribadi 105 jab.
Sebaliknya, Teofimo Lopez Jr hanya mampu membalas dengan 72 pukulan, 59 di antaranya mengarah ke tubuh Stevenson, sebuah indikasi betapa sulitnya ia menembus pertahanan lawannya.
âKami ingin menekan tempo agar kami tidak perlu terlibat perang,â ujar Wali Moses kepada FightHub TV usai laga.
Menurutnya, begitu terlihat Lopez kesulitan mengimbangi kecepatan tangan Stevenson, kepercayaan diri timnya semakin meningkat.
Stevenson pun mulai berani mengambil risiko lebih besar seiring jalannya pertarungan.
Moses menjelaskan bahwa rencana utama mereka adalah unggul di kartu nilai, bukan mencari KO. Strategi tersebut berjalan sempurna karena Lopez gagal beradaptasi.
Seiring berjalannya ronde, ritme Lopez menurun, sementara Stevenson justru semakin nyaman mengontrol jarak dan tempo.
Kesalahan terbesar Teofimo Lopez Jr, menurut Moses, adalah kurangnya variasi dan rencana alternatif. Lopez dianggap hanya datang dengan satu strategi dan terlalu percaya diri bahwa ia lebih cepat dibanding Stevenson.
Ketika asumsi itu terpatahkan, tidak ada penyesuaian berarti yang dilakukan di atas ring.
âDia tidak membawa sesuatu yang berbeda dari apa yang sudah kami pelajari sebelumnya,â kata Moses.
Ia menambahkan bahwa dalam pertarungan level elite, satu rencana saja tidak cukup. Petinju harus siap mengubah pendekatan ketika strategi awal tidak berjalan.
Dengan kemenangan tersebut, Shakur Stevenson memperbaiki rekornya menjadi 25 kemenangan tanpa kekalahan dengan 11 KO.
Ia kini menyandang gelar juara The Ring dan WBO kelas welter junior, sekaligus mengukuhkan diri sebagai juara dunia di empat divisi berbeda.
Bagi Moses, kemenangan ini adalah bukti bahwa disiplin strategi dan kesiapan mental sama pentingnya dengan bakat di ring tinju.
Artikel Tag: madison square garden, Shakur Stevenson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/pelatih-shakur-stevenson-ungkap-kesalahan-terbesar-teofimo-lopez-jr
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini