O’Shaquie Foster Bidik Shakur Stevenson Usai Duel Unifikasi Gelar

O’Shaquie Foster berharap kemenangan dapat membuka jalan menuju pertarungan melawan Shakur Stevenson maupun Gervonta Davis. (Foto: Fight TV)
O’Shaquie Foster menargetkan sejumlah pertarungan besar jika berhasil mengalahkan Emanuel Navarrete dalam duel unifikasi gelar kelas ringan junior pada Sabtu (24/10).
Petinju asal Houston, Amerika Serikat, itu berharap kemenangan tersebut mengangkat reputasinya ke jajaran petinju terbaik dunia dan membuka jalan menuju pertarungan melawan Shakur Stevenson maupun Gervonta Davis.
Foster, pemegang gelar kelas 130 pon versi WBC, akan menghadapi Navarrete yang menguasai sabuk IBF dan WBO di Frost Bank Center, San Antonio.
Pertarungan utama dalam rangkaian acara Top Rank yang disiarkan DAZN itu juga memperebutkan gelar Ring yang saat ini kosong.
O’Shaquie Foster memiliki rekor 25 kemenangan dan tiga kekalahan, termasuk 12 kemenangan melalui knockout.
Petinju berusia 33 tahun tersebut menjanjikan penampilan terbaik sepanjang kariernya saat menghadapi Navarrete, yang mencatatkan 40 kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang dengan 33 knockout.
“Saya pikir kemenangan ini akan menegaskan bahwa saya salah satu petinju terbaik dalam olahraga ini dan salah satu yang terhebat di era ini. Saya yakin kemenangan ini akan membawa saya masuk daftar pound-for-pound. Mereka tidak mungkin membicarakan tinju tanpa menyebut nama saya,” kata Foster kepada The Ring.
Menghadapi Navarrete bukan tugas mudah. Juara asal Meksiko itu dikenal memiliki volume pukulan tinggi dan terus menekan lawan. Namun, Foster sebelumnya mampu mengatasi petinju dengan gaya agresif khas Meksiko, seperti Rey Vargas dan Eduardo “Rocky” Hernandez.
Ia juga memperlihatkan kemampuannya menghadapi petinju teknis dengan mengalahkan Stephen Fulton dan Raymond Ford dalam dua pertandingan terakhirnya.
Foster menilai keberaniannya menerima tantangan dari lawan dengan berbagai gaya membedakannya dari petinju lain.
“Saya menghadapi gaya yang berbeda-beda dan mengambil tantangan terbesar. Karena itu, saya merasa pantas masuk daftar pound-for-pound setelah pertarungan ini,” ujarnya.
Setelah duel melawan Navarrete, O’Shaquie Foster ingin melanjutkan upayanya menjadi juara sejati di kelas ringan junior sebelum naik ke kelas berikutnya.
Ia menyebut pemegang gelar WBA, Anthony Cacace, sebagai salah satu calon lawan, meskipun Cacace dijadwalkan menghadapi Nick Ball pada 19 Desember.
Foster juga membuka peluang menghadapi mantan juara dunia Vasiliy Lomachenko, yang berencana kembali dari masa pensiun untuk mengejar gelar sejati.
Menurut Foster, duel melawan petinju Ukraina itu akan menjadi pertarungan teknis yang menarik. Ia bahkan yakin dapat mendominasinya jika kesempatan tersebut terwujud.
Jika meninggalkan kelas 130 pon, O’Shaquie Foster dapat menantang para pemegang gelar kelas ringan, yakni Floyd Schofield, William Zepeda, dan Abdullah Mason.
Namun, dua nama yang paling ingin dihadapinya adalah Gervonta Davis dan Shakur Stevenson. Foster menegaskan bahwa Stevenson tetap menjadi sasaran utamanya, meskipun ia tidak berniat mengejar petinju tersebut secara berlebihan.
Artikel Tag: shakur stevenson, emanuel navarrete, o'shaquie foster
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/oshaquie-foster-bidik-shakur-stevenson-usai-duel-unifikasi-gelar
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini