Shakur Stevenson Bidik Pertarungan Besar Usai Tinggalkan Zuffa Boxing

Shakur Stevenson merupakan juara kelas welter junior 140 pon (63,5 kilogram) versi The Ring dan WBO. (Foto: Fight TV)
Shakur Stevenson memiliki sejumlah opsi untuk melanjutkan kariernya setelah berpisah dari Zuffa Boxing.
Petinju Amerika Serikat itu mengumumkan pada Senin (19/10) bahwa permintaannya untuk mengakhiri kerja sama dengan perusahaan promosi tersebut telah disetujui, sehingga kini berstatus agen bebas dan berencana mendirikan perusahaan promosi sendiri.
Keputusan itu diambil setelah sejumlah rencana pertarungan gagal terwujud, termasuk kemungkinan menghadapi juara kelas welter Organisasi Tinju Dunia (WBO) Devin Haney dan sebelumnya Ryan Garcia.
"Saya tidak marah kepada siapa pun. Saya meminta untuk dilepas dari Zuffa Boxing dan permintaan saya disetujui pada akhir pekan lalu," kata Stevenson melalui video di kanal YouTube miliknya.
Shakur Stevenson (25-0, 11 KO), yang berusia 29 tahun, merupakan juara kelas welter junior 140 pon (63,5 kilogram) versi The Ring dan WBO.
Ia terakhir bertanding pada Januari ketika mengalahkan Teofimo Lopez Jr. melalui keputusan mutlak untuk merebut gelar di divisi tersebut.
Stevenson sebelumnya juga memegang gelar kelas ringan WBC, tetapi kehilangan sabuk itu pada Februari setelah menolak membayar biaya sanksi. Ia terakhir bertarung di kelas 135 pon (61,2 kilogram) pada Juli 2025, saat menang angka atas William Zepeda.
Shakur Stevenson menegaskan ingin mendapatkan pertarungan besar di kelas ringan atau welter junior sebelum mempertimbangkan naik ke kelas welter 147 pon (66,7 kilogram).
Sejumlah nama berpotensi menjadi lawan berikutnya. Vasiliy Lomachenko menjadi salah satu pilihan paling menarik.
Stevenson telah lama menginginkan pertarungan melawan mantan juara dunia asal Ukraina tersebut, yang dikabarkan tengah mempersiapkan kemungkinan kembali bertinju setelah mengumumkan pensiun pada Juni 2025.
Nama lain adalah Gervonta Davis. Duel antara dua petinju papan atas Amerika Serikat itu berpotensi menjadi pertarungan berbayar yang menarik perhatian besar.
Namun, Davis hanya bertanding dua kali dalam dua setengah tahun terakhir dan belum memiliki jadwal pertarungan berikutnya.
Shakur Stevenson juga dapat menghadapi Floyd Schofield Jr. atau juara kelas ringan WBO Abdullah Mason.
Schofield sebelumnya mundur dari rencana pertarungan melawan Stevenson pada Februari tahun lalu, sedangkan Mason merupakan petinju muda yang merebut gelar WBO setelah mengalahkan Sam Noakes pada November.
Di kelas welter junior, opsi lainnya adalah juara WBA Gary Antuanne Russell. Negosiasi unifikasi sebelumnya terhambat tuntutan bayaran Russell.
Raymond Muratalla juga berpotensi menjadi lawan Stevenson jika WBO memerintahkan pertarungan wajib.
Pemenang duel unifikasi O'Shaquie Foster melawan Emanuel Navarrete juga dapat masuk pertimbangan.
Selain itu, Stevenson berpeluang menghadapi juara WBC Dalton Smith atau pemenang perebutan gelar IBF antara Lindolfo Delgado dan Arthur Biyarslanov.
Smith telah menyatakan minat menghadapi Stevenson, sehingga duel unifikasi di kelas 140 pon dapat menjadi pilihan menarik bagi kedua petinju.
Artikel Tag: shakur stevenson, dalton smith
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/shakur-stevenson-bidik-pertarungan-besar-usai-tinggalkan-zuffa-boxing
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini