Devin Haney dan Liam Paro Sepakati Unifikasi Gelar Kelas Welter

Devin Haney (kiri) dan Liam Paro. (Foto: Fight TV)
Devin Haney dan Liam Paro dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk bertarung dalam duel unifikasi gelar kelas welter sebelum akhir tahun ini.
Pertarungan yang diperkirakan berlangsung di Amerika Serikat tersebut akan mempertemukan pemegang sabuk Organisasi Tinju Dunia (WBO), Haney, dengan juara Federasi Tinju Internasional (IBF), Paro.
Kabar kesepakatan itu disampaikan Mike Coppinger dari The Ring dalam episode Inside The Ring pada Kamis. Meski demikian, tanggal dan lokasi pasti pertarungan tersebut belum diumumkan secara resmi.
Devin Haney (33-0, 15 KO) saat ini menempati peringkat pertama kelas welter versi The Ring serta peringkat kedelapan dalam daftar petinju terbaik lintas kelas atau pound-for-pound.
Petinju berusia 27 tahun asal Oakland, California, itu terakhir bertanding pada 22 November ketika mengalahkan Brian Norman melalui keputusan mutlak untuk merebut gelar WBO kelas welter.
Kemenangan atas Norman (29-1, 23 KO) sekaligus mengantarkan Haney menjadi juara dunia dalam tiga divisi berbeda.
Penampilan dominannya memperkuat posisinya di kelas welter setelah sebelumnya membangun reputasi sebagai salah satu petinju papan atas di kelas ringan dan welter junior.
Sebelum mencapai kesepakatan dengan Paro, Haney sempat menjajaki kemungkinan bertarung melawan Shakur Stevenson, juara kelas welter junior versi The Ring dan WBO. Namun, negosiasi tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Perbedaan mengenai kelas berat yang akan digunakan serta kemungkinan penerapan klausul penimbangan ulang atau rehydration clause menjadi sejumlah persoalan yang menghambat terwujudnya pertarungan tersebut.
Dengan negosiasi melawan Stevenson yang tidak berlanjut, duel melawan Paro kini membuka peluang bagi Haney untuk menyatukan dua gelar utama di kelas welter.
Di kubu lawan, Liam Paro (28-1, 16 KO) merupakan petinju kidal asal Australia berusia 30 tahun.
Ia menjadi juara dunia dalam dua divisi berbeda setelah mengalahkan Lewis Crocker melalui keputusan mutlak pada 24 Juni untuk merebut gelar IBF kelas welter.
Paro telah mencatatkan tiga kemenangan beruntun sejak kehilangan gelar IBF kelas welter junior dari Richardson Hitchins melalui keputusan angka terbelah pada Desember 2024.
Rentetan hasil positif tersebut membawanya kembali ke perebutan gelar bergengsi di divisi yang lebih tinggi.
Pertemuan Haney dan Paro akan menjadi kesempatan bagi kedua petinju untuk memperkuat status mereka di kelas welter.
Devin Haney berpeluang menambah sabuk IBF ke dalam koleksinya, sedangkan Liam Paro dapat merebut gelar WBO sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai juara lintas divisi.
Jika pertarungan terlaksana sesuai rencana, duel ini akan menjadi salah satu agenda penting tinju profesional menjelang akhir tahun.
Artikel Tag: devin haney, shakur stevenson, liam paro
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/devin-haney-dan-liam-paro-sepakati-unifikasi-gelar-kelas-welter
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini