Kalah dari Teofimo Lopez, Gaya Bertarung Rolando Romero Dipertanyakan

Penulis: Abdi Ardiansyah
Selasa 25 Agu 2026, 22:39 WIB - 129 views
Rolando Romero, Teofimo Lopez

Teofimo Lopez vs Rolando Romero

Ligaolahraga.com -

Berita Tinju - Rolando Romero harus menerima kekalahan dalam pertahanan pertama gelar WBA kelas welter ketika menghadapi Teofimo Lopez di T Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan lalu.

Romero kalah melalui keputusan mayoritas dalam pertarungan tersebut. Namun, hasil kartu penilaian tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan karena Lopez dinilai mampu mengendalikan pertarungan dengan keunggulan teknik dan jumlah pukulan yang lebih efektif.

Lopez, yang baru menjalani debut di kelas welter, tampil lebih aktif dibandingkan Romero. Mantan juara dunia kelas ringan tersebut berhasil memanfaatkan pergerakan kaki dan kombinasi pukulannya untuk membuat Romero kesulitan mengembangkan serangan.

Momen terbaik Romero datang pada ronde kelima. Sebuah pukulan kanan keras berhasil mengguncang Lopez, tetapi Romero tidak mampu melanjutkan momentum tersebut menjadi knockdown maupun kemenangan KO.

Hasil itu membuat Lopez merebut gelar WBA sekaligus menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda. Sementara bagi Romero, kekalahan tersebut menjadi yang pertama sejak ia dihentikan Isaac Cruz pada 2024.

Kondisi Romero kemudian menjadi sorotan Tim Bradley. Mantan juara dunia dua divisi tersebut mempertanyakan perubahan gaya bertarung Romero sejak mengalami kekalahan KO dari Gervonta Davis pada 2023.

Sebelumnya, Romero dikenal sebagai petinju agresif dengan kekuatan pukulan besar. Ia juga bekerja bersama pelatih Cromwell Gordon atau yang dikenal dengan nama Bullet. Setelah kekalahan dari Davis, Romero kemudian mengalami perubahan dalam pendekatan bertarungnya dan akhirnya bekerja dengan Ismael Salas.

Di kanal YouTube miliknya, Bradley menilai perubahan tersebut membuat Romero tidak lagi tampil seagresif sebelumnya.

“Rolly adalah petarung yang punya banyak kekurangan. Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa dia tidak terlalu terampil. Senjata utamanya hanyalah kekuatan pukulan,” ujar Bradley.

Bradley kemudian membandingkan Rolando Romero saat masih dilatih Gordon dengan penampilannya sekarang.

“Lihat bagaimana Rolly dulu ketika bersama Bullet. Dia agresif, terus maju dan bertarung seperti petarung yang sangat berani,” katanya.

Menurut Bradley, kekalahan KO dari Davis dan Cruz kemungkinan memengaruhi kepercayaan diri Romero terhadap kemampuan menahan pukulan.

“Setelah dia dihentikan Gervonta Davis, lalu dihentikan Pitbull Cruz, dia seperti bertarung sambil terus menjaga jarak. Dia sudah tidak lagi percaya pada kekuatan dirinya,” ujar Bradley.

Menariknya, bersama Salas, Romero sebelumnya mampu mengejutkan Ryan Garcia pada Mei 2025. Dalam pertarungan tersebut, Romero menjatuhkan Garcia dan menang melalui keputusan mutlak.

Namun, saat menghadapi Teofimo Lopez, Rolando Romero terlihat kesulitan menjalankan strategi yang diberikan Salas. Minimnya aktivitas dan kesulitan menekan lawan menjadi salah satu alasan Lopez mampu mengambil alih pertarungan.

Artikel Tag: wba, tim bradley, kelas welter, teofimo lopez, rolando romero

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/kalah-dari-teofimo-lopez-gaya-bertarung-rolando-romero-dipertanyakan
129
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini