Novak Djokovic Mampu Patahkan Rekor Grand Slam Roger Federer

Penulis: Dian
Kamis 13 Sep 2018, 20:17 WIB
Novak Djokovic Mampu Patahkan Rekor Grand Slam Roger Federer

Novak Djokovic musim ini berhasil kantongi dua gelar Grand Slam

Mantan petenis peringkat 1 dunia nomor ganda, Todd Woodbridge percaya bahwa Novak Djokovic bisa menjadi ancaman serius terhadap rekor Roger Federer sebagai petenis yang paling banyak memenangkan gelar Grand Slam.

Djokovic mengalahkan Juan Martin del Potro di final US Open musim ini demi gelar Grand Slam ke-14 dalam kariernya yang menyamai pencapaian Pete Sampras. Musim ini, Djokovic memenangkan gelar Grand Slam secara beruntun setelah beberapa pekan lalu ia juga mengantongi gelar Wimbledon.

Djokovic masih tertinggal enam gelar Grand Slam di belakang Federer yang telah mengoleksi 20 gelar. Tetapi, Djokovic enam tahun lebih muda daripada Federer yang telah menginjak usia 37 tahun. Ia juga berada di belakang Rafael Nadal yang telah mengantongi 17 gelar Grand Slam, dengan 11 gelar dimenangkannya di French Open.

Woodbridge berpendapat bahwa peningkatan penampilan Djokovic dalam beberapa bulan terakhir telah memposisikan dirinya lagi menjadi salah satu ancaman serius di semua Grand Slam. Musim lalu, Djokovic melewatkan enam bulan kedua di dunia tenis akibat cedera siku yang cukup serius. Setelah awal bak roller coaster ketika mulai kembali berkompetisi, termasuk menjalani operasi siku, ia mulai menapaki jalan menuju puncak dunia tenis, termasuk memenangkan 26 dari 28 pertandingan yang dilakoninya sejak kekalahannya di French Open.

“Ia berusia 31 tahun, jadi ia masih memiliki tiga, atau empat tahun lebih dibandingkan Federer dan Nadal untuk bermain tenis. Setidaknya masih ada lima Grand Slam untuknya,” komentar Woodbridge tentang Djokovic.

“Tentunya ia masih menghadapi jalan yang panjang, tetapi kualitas untuk menuju ke sana telah saya saksikan dalam beberapa Grand Slam terakhir.”

“Serangan bola-bolanya di Australia masih biasa-biasa saja, tetapi tiba-tiba ia menemukan kekuatan dalam raketnya. Servisnya benar-benar berkembang, begitupun dengan konsistensinya. Dalam beberapa poin di final US Open, saya melihatnya bergerak dengan baik dan ada beberapa volley yang sangat apik dan tidak berada di bawah tekanan.”

Bangkitnya Djokovic telah dipuji Woodbridge, yang percaya bahwa hal itu terjadi berkat kembalinya pelatih lama Djokovic, Marian Vajda di awal musim clay-court. Pada enam turnamen pertamanya di musim ini, Djokovic hanya memenangkan pertandingan secara beruntun sebanyak dua kali.

“Hal yang saya saksikan di Australian Open, tampaknya ia sudah selesai. Ia seperti petenis yang telah meraih segalanya, lalu mulai melambat dan memainkan permainan biasa. Membalikkan keadaan dan bermain hampir sebagus seperti penampilan sebelumnya, saya pikir ia memiliki peluang emas untuk melewati Federer dan menjadi petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak,” timpal Woodbridge.

Djokovic saat ini menghuni peringkat 6 dunia dan dijadwalkan kembali beraksi bulan depan di Shanghai masters.

Artikel Tag: Tenis, US Open, wimbledon, Novak Djokovic, Roger Federer, Rafael Nadal, Juan Martin Del Potro

1014