Maria Sharapova Ungkap Bagaimana Ia Atasi Hal Yang Menantang

Penulis: Dian Megane
Jumat 01 Jan 2021, 17:59 WIB
Maria Sharapova mengalami kesuksesan dan kegagalan di sepanjang kariernya

Maria Sharapova ketika tampil di St. Petersburg musim 2019

Berita Tenis: Karier seorang atlet terbentuk dari kesuksesan dan kegagalan. Di sepanjang karier, mereka tentu melakukan kesalahan dan dari hal itu mereka belajar, termasuk Maria Sharapova.

Mantan petenis peringkat 1 dunia memutuskan untuk menggantungkan raket pada musim 2020 dan ia mengenang kembali beberapa kesalahan yang ia lakukan di sepanjang karier yang gemilang.

Dalam perbincangan dengan Second Life Podcast, mantan petenis yang mengoleksi lima gelar Grand Slam menyebutkan tantangan besar yang ia hadapi, yakni membentuk sebuah tim. Seorang petenis profesional memiliki staf pribadi berbeda yang mereka pekerjakan maupun dipecat, dan hal tersebut menjadi tugas berat bagi mantan petenis yang langsung tersingkir dari babak pertama Australian Open musim 2020.

“Di sepanjang karier, saya melakukan begitu banyak kesalahan dan saya bisa mengatakan bahwa salah satu hal yang paling menantang adalah beberapa transisi yang saya lakukan dari anggota tim saya,” kenang Sharapova.

“Seperti siapa yang saya pekerjakan dan siapa yang saya pecat serta hal yang saya butuhkan dalam waktu tertentu. Saya pikir, saya selalu ingin menjadi orang yang nyaman. Dengan keputusan itu, saya harus tinggal dan berlatih bersama mereka di sepanjang waktu.”

Lebih jauh, juara Australian Open musim 2008 menyatakan bahwa sulit baginya untuk mengambil keputusan terkait timnya. Selama bermusim-musim, ia harus menciptakan ikatan bersama mereka, meski begitu, sulit untuk melepaskan beberapa hal yang bersifat pribadi.

“Kadang-kadang anda membutuhkan beberapa hal berbeda di sepanjang karier anda. Seperti hal yang anda butuhkan di awal karier anda tidak selamanya menjadi hal yang anda butuhkan. Dan sulit bagi saya untuk melepaskan seseorang karena saya membangun hubungan yang luar biasa ini. Tetapi itu pekerjaan saya dan saya harus menjadi petenis yang lebih baik.” jelas mantan petenis berkebangsaan Rusia.

Kini, mantan petenis yang terakhir kali berkompetisi di Australian Open musim 2020 merasa bahwa ia bisa mengambil beberapa keputusan dengan sedikit lebih cepat, tetapi ia juga mengingat bahwa sulit baginya untuk mengambil keputusan seperti itu karena hatinya terlibat.

“Saya selalu ingin tetap memiliki hubungan baik dengan orang-orang yang sangat saya hargai dan telah menyerahkan sebagian besar kehidupan mereka kepada saya. Jadi, saya akan mengatakan jika saya bisa mengambil keputusan yang lebih cepat bukannya memperlambat seperti yang kebanyakan saya lakukan, akan sulit jika hati terlibat,” tukas Sharapova yang memenangkan gelar Grand Slam pertama di Wimbledon musim 2004.

Namun, para penggemar seringkali melihat bahwa petenis yang sukses belajar dari kesalahan mereka, lalu mengembangkan diri mereka. Melihat pencapaian Sharapova, ia pastinya bisa melepaskan beberapa kesalahan tersebut.

Artikel Tag: Tenis, australian open, Maria Sharapova

456  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini