Maria Sakkari Menangis Tersedu-Sedu Setelah Kekalahan Di Final Athena

Penulis: Dian Megane
Senin 20 Jul 2026, 17:57 WIB - 171 views
Maria Sakkari Tak Kuasa Bendung Air Mata Usai Kalah Di Final Athens Open

Maria Sakkari [image: Alex Grymanis]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Maria Sakkari mengucapkan terima kasih kepada penonton di Athena setelah mencapai final turnamen WTA level 250, Athens Open dan mengatakan bahwa pekan itu telah memberinya emosi yang tidak pernah ia duga sebelumnya seiring kembalinya tenis putri ke Yunani setelah 35 musim.

Petenis berkebangsaan Yunani mengaku tidak pernah membayangkan akan mengalami momen seperti itu di Athena setelah ia menyampaikan pidato finalis yang emosional menyusul kekalahannya dari petenis berkebangsaan Ceko, Barbora Krejcikova di final Athens Open musim 2026.

Petenis berusia 30 tahun mencapai final ke-11 dalam kariernya sekaligus yang pertama sejak Indian Wells musim 2024 setelah penampilan dominan di Athens Open dan menjadi petenis tuan rumah pertama yang bertanding di final turnamen WTA yang digelar di Athena dalam lebih dari tiga dekade.

Pekan di Athena musim ini merupakan tonggak penting bagi petenis peringkat 33 dunia yang berbagi lapangan dengan dukungan keluarganya dan penonton tuan rumah yang mengikuti setiap momen perjalanan bersejarahnya. Setelah final, ia kesulitan menahan emosinya saat ia berbicara kepada para penggemar, timnya, dan keluarganya selama upacara penyerahan trofi.

Mantan petenis peringkat 3 dunia membuka pidatonya dengan merenungkan suasana yang diciptakan oleh para penggemar Yunani dan betapa tidak terduga momen tersebut baginya setelah bermusim-musim mewakili negaranya di turnamen WTA.

“Anda semua membuat saya semakin mencintai tenis,” ungkap Sakkari. “Saya tidak pernah menyangka bahwa di stadion ini, tempat saya biasa menonton Lena sebelumnya, suatu hari saya akan berjuang untuk negara kita, bermain di turnamen seperti ini, dan anda semua memberi saya semua emosi ini. Saya benar-benar tidak pernah menyangkanya.”

Petenis tuan rumah juga memberikan penghormatan kepada tim pelatihnya, menyoroti peran mereka dalam membangun kariernya dan membantunya tetap kompetitif di level tertinggi.

“Kalian menjadikan saya petenis seperti sekarang. Kalian memungkinkan karier ini terwujud. Terima kasih karena telah percaya pada saya seperti tidak ada orang lain,” tambah Sakkari.

“Tanpa kalian, tentu saja, saya tidak akan mampu mencapai semua yang telah saya capai, terutama untuk tetap sehat, karena tanpa kondisi fisik saya dan dukungan kalian setiap hari, panggilan telepon, air mata, semua yang telah kita lalui bersama, semuanya tidak akan sama.”

Perjalanan petenis berusia 30 tahun terjadi selama pekan bersejarah bagi tenis Yunani, dengan turnamen WTA kembali ke Athena untuk kali pertama dalam 35 musim. Ia sebelumnya telah mencapai panggung terbesar dalam olahraga ini, termasuk lolos ke semifinal di French Open dan US Open, tetapi final di kandang sendiri memiliki makna yang berbeda.

Selama pidatonya, ia menoleh ke arah keluarganya dan mengakui pengorbanan yang mereka lakukan sepanjang perjalanannya.

“Ibu, Ayah, saudara-saudara saya, kalian semua telah memberi saya begitu banyak. Kalian telah menjadikan saya pribadi seperti sekarang ini. Kalian telah menjadikan saya dan saudara-saudara saya anak-anak yang sangat baik di atas segalanya. Terima kasih karena tidak pernah meninggalkan mimpi-mimpi saya.”

Bagi Sakkari, final Athens Open berakhir tanpa trofi, tetapi memberikan salah satu momen paling bermakna dalam kariernya, yaitu sebuah kepulangan yang mengingatkannya mengapa ia terus berkompetisi.

Artikel Tag: maria sakkari, barbora krejcikova

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/maria-sakkari-menangis-tersedu-sedu-setelah-kekalahan-di-final-athena
171
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini