Iga Swiatek Sempat Merasa Frustrasi Sebelum Pelatihnya Turun Tangan

Iga Swiatek [image: imago]
Berita Tenis: Rentetan 10 kemenangan beruntun Iga Swiatek terhenti di tangan Jessica Pegula ketika mereka bertemu di semifinal Cincinnati Open musim 2026.
Pertandingan berlangsung sangat sengit dan ketat, tetapi petenis tuan rumah akhirnya keluar sebagai pemenang dengan memetik kemenangan 7-5, 4-6, 6-4. Setelah kalah di set pertama, rasa frustrasi petenis berkebangsaan Polandia mulai memuncak di awal set kedua. Akan tetapi, anggota tim pelatihnya memberikan saran penting di saat yang tepat dan membantunya menenangkan diri.
Saat tengah memimpin set dengan kedudukan 1-0, 0/15, petenis unggulan ketujuh mengibaskan tangannya ke udara setelah kehilangan satu poin. Ia terdengar berkata, "Kaki saya tidak bisa bergerak secepat itu." Namun, psikolognya, Daria Abramowicz, tidak terlalu senang dengan sikapnya itu dan berkata, "Jangan mengibaskan tanganmu, Iga, fokus saja pada bola berikutnya. Ayo, maju, kerahkan segalanya!"
Dengan kedudukan imbang 1-1, 40/40, pelatih performa dan kebugaran mantan petenis peringkat 1 dunia, Maciej Ryszczuk menyarankannya untuk mengendalikan emosi dan menenangkan diri dengan menyatakan, “Gerakannya terlalu terburu-buru, lebih tenanglah. Pertahankan ritmenya. Kau punya banyak waktu.”
Saran tersebut tampaknya berhasil bagi petenis unggulan ketujuh karena ia kembali tenang dan memastikan pertandingan berlanjut ke set penentu dengan memenangkan set kedua. Tetapi, ia gagal menahan Pegula di set terakhir.
Pegula mencatatkan 17-5 dalam pertandingan tiga set musim ini dan mencatatkan 11-2 di turnamen hard-court. Berkat kemenangan terbarunya, petenis peringkat 3 dunia kini memperkecil ketertinggalan head to head melawan petenis berkebangsaan Polandia menjadi 6-7.
Meskipun kalah dari Swiatek di Roma awal musim ini, Pegula berhasil bangkit dengan gemilang di turnamen kandangnya sendiri.
Bisa dikatakan bahwa juara Canadian Open musim 2026 mungkin bisa meraih hasil yang lebih baik seandainya ia mampu mengendalikan servisnya. Sebagai gambaran, ia memberikan dua peluang break kepada Pegula akibat melakukan pelanggaran ganda. Pertandingan tersebut diwarnai total 13 peluang break, dengan petenis tuan rumah berhasil memanfaatkan tujuh di antaranya.
"Ya, menurut saya kami berdua lebih baik dalam melakukan pengembalian bola daripada servis, tetapi kondisi angin juga membuat servis menjadi lebih sulit," aku Swiatek. "Saya merasa pukulan servis saya sering tidak pas mengenai bola, jadi, mungkin itu faktor penyebabnya. Tetapi, menurut saya kami berdua sama-sama melakukan pengembalian dengan baik, sehingga kami saling memberikan tekanan satu sama lain."
Terlepas dari kekalahan tersebut, Swiatek akan tetap memiliki kepercayaan diri menjelang US Open. Ia telah mengawali musim hard-court dengan performa yang luar biasa. Meskipun mungkin bukan jenis lapangan favoritnya, ia telah berhasil menemukan kembali performa terbaiknya di permukaan tersebut. Ia meraih gelar juara di Canadian Open, Toronto setelah mengalahkan sejumlah petenis handal seperti Marta Kostyuk, Diana Shnaider, Elina Svitolina, dan Elena Rybakina.
Artikel Tag: jessica pegula, cincinnati open, iga swiatek
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/iga-swiatek-sempat-merasa-frustrasi-sebelum-pelatihnya-turun-tangan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini