Maja Chwalinska Berharap Menginspirasi Usai Perjalanan Memukau Di Paris

Maja Chwalinska [image: FFT]
Berita Tenis: Di French Open musim lalu, petenis berkebangsaan Polandia, Maja Chwalinska tersingkir di babak kedua kualifikasi, bermain jauh dari performa terbaiknya.
Pada saat itu, Mirra Andreeva berhasil mencapai perempatfinal French Open, sementara petenis berkebangsaan Polandia yang berada di peringkat 132 dunia tengah berkompetisi di turnamen clay-court yang berada di Italia.
Petenis berusia 24 tahun membukukan satu tempat di perempatfinal turnamen World Tennis Tour yang digelar di Brescia sebelum kalah di babak kedua turnamen WTA level 125 di Bari. Saat itu, Cori Gauff segera dinobatkan sebagai juara French Open (2025).
Beranjak ke French Open musim 2026, petenis peringkat 114 dunia saat ini menciptakan perjalanan yang mengubah hidupnya dari babak kualifikasi hingga menjadi finalis, tanpa, menurutnya, menampilkan performa puncak selama tiga pekan terakhir.
“Jujur saja, saya merasa tidak memainkan permainan terbaik saya, yang agak aneh,” aku Chwalinska. “Saya belum pernah benar-benar bertanding melawan petenis dengan peringkat tinggi sebelumnya, saya merasa telah mendapatkan banyak kepercayaan diri.”
Pada hari Sabtu (6/6) waktu setempat, perjalanan langka dan mengesankan di Roland Garros, Paris berakhir ketika petenis unggulan kedelapan, Andreeva mengangkat Coupe Suzanne-Lenglen -- trofi kemenangan di Roland Garros untuk nomor tunggal putri -- setelah ia mengalahkan petenis berkebangsaan Polandia dengan 6-3, 6-2 di final.
Seperti yang dicatat petenis berusiaa 24 tahun, pertandingan-pertandingan bergengsi belum ada dalam rekam jejaknya, final di Roland Garros musim 2026 adalah pertarungan pertamanya melawan petenis peringkat 10 besar.
Bahkan, sebelum Grand Slam tersebut, ia belum pernah mengalahkan petenis peringkat 50 besar. Hal tersebut dengan cepat berubah dalam tiga pekan terakhir setelah ia mengaramkan empat petenis elit dalam perjalanan menuju babak perebutan gelar juara.
“Tiga pekan yang benar-benar tidak terlupakan bagi saya, waktu yang sangat menyenangkan,” lanjut Chwalinska. “Hari ini benar-benar sangat menantang. Semua pujian untuk Mirra, karena ia petenis yang luar biasa, sangat tangguh. Ia mengatasi kondisi lapangan dengan jauh lebih baik daripada saya, jadi, ia 100 persen pantas menang. Tetapi saya rasa saya bisa bangga pada diri saya sendiri.”
Perjalanan impian petenis peringkat 114 dunia di Paris terjadi saat ia baru kali ketiga tampil di Grand Slam. Hasilnya, ia menjadi qualifier kedua yang mencapai final Grand Slam nomor tunggal di era Open, menyamai prestasi juara US Open 2021, Emma Raducanu.
Itu benar-benar prestasi yang menakjubkan, terutama karena itu adalah final turnamen WTA pertama sang petenis. Ditambah lagi, ia kini menjadi petenis putri dengan peringkat terendah yang mencapai final French Open sejak Peringkat WTA dimulai pada musim 1975.
Para petenis dengan peringkat lebih rendah pasti akan termotivasi.
“Saya kenal banyak sekali petenis hebat yang berada di luar peringkat 100 besar. Sekarang garis batasnya sangat tipis. Saya merasa banyak hal yang perlu berjalan sesuai rencana,” tutur Chwalinska.
“Saya harap kisah saya dalam beberapa hari terakhir menginspirasi mereka. Saya akan melihat mereka di, katakanlah, peringkat 50 besar sekarang.”
Ia diprediksi naik ke peringkat 21 dunia pada hari Senin (8/6), yang secara drastis mengubah kemungkinan jadwalnya di puncak olahraga ini. Meskipun Rolan Garros akan tetap terukir dalam ingatannya, ia bersikeras akan terus membangun kariernya.
“Pasti akan berbeda, tetapi saya pikir dan saya harap saya akan beradaptasi. Saya pasti akan bekerja keras, seperti yang sudah saya lakukan. Saya akan memberikan yang terbaik untuk menjadi lebih baik setiap hari dan saya akan melihat hasilnya. Saya sangat bersyukur atas waktu ini, tetapi itu sudah berlalu. Saya hanya perlu terus fokus dan memberikan yang terbaik,” ungkap Chwalinska.
Liburan yang sangat dibutuhkan ada di agenda selanjutnya, tanpa aksi kompetitif sebelum rencana untuk bermain di babak kualifikasi Wimbledon akhir bulan ini.
“Beberapa musim terakhir ini merupakan perjuangan bagi saya di grass-court, tetapi sebelumnya saya sangat suka bermain di grass-court. Saya merasa bisa menggunakan banyak sentuhan dan slice. Saya bergerak cukup baik di lapangan dan saya cukup pandai mengantisipasi,” tukas Chwalinska.
“Selalu menyenangkan karena waktu yang kita miliki di grass-court sangat singkat. Saya kira saya akan lihat nanti, tetapi saya siap menghadapi tantangan.”
Artikel Tag: french open, mirra andreeva, maja chwalinska
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/maja-chwalinska-berharap-menginspirasi-usai-perjalanan-memukau-di-paris

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini